Ayat Ruqyah Syariah Penawar Sihir Dan Gangguan Jin

Sheikh Saad Al-Ghamdi – Ayat Ruqyah Syariah Penawar Sihir Dan Gangguan Jin

 
Pengertian Ruqyah
Ruqyah secara biasa adalah jampi-jampi atau mantera. Ruqyah secara syar’i ( Ruqyah Syar’iyah ) adalah jampi-jampi atau mantera yang dibacakan oleh seseorang untuk mengubati penyakit atau menghilangkan gangguan jin atau sihir atau untuk perlindungan dan sebagainya. Dengan hanya menggunakan ayat-ayat Al-Quran dan doa-doa yang bersumber dari hadiths-hadiths Rasulullah SAW yang dapat difahami maknanya selama tidak mengandungi unsur kesyirikan.
 
Ruqyah Secara Umum Terbahagi Kepada 2;
Pertama : Ruqyah yang diperbolehkan oleh syari’at Islam iaitu disebut Ruqyah Syar’iyah.
Kedua : Ruqyah yang tidak dibenarkan oleh syari’at Islam, iaitu Ruqyah dengan menggunakan bahasa-bahasa yang tidak difahami maknanya atau Ruqyah yang mengandungi unsur-unsur kesyirikan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Perlihatkan kepadaku ruqyah kalian, dan tidak apa-apa melakukan ruqyah selama tidak ada unsur syirik.”
( HR. Muslim )
Syarat Ruqyah Syar’iyah

Para ulama sepakat membolehkan Ruqyah dengan tiga syarat ;

  1. Dengan mempergunakan firman Allah ( ayat-ayat Al-Quran ) atau nama-nama dan sifat-sifat-Nya.
  2. Mempergunakan Bahasa Arab atau bahasa yang dapat difahami maknanya.
  3. Berkeyakinan bahwa zat Ruqyah tidak berpengaruh apa-apa kecuali atas izin Allah SWT.
Ketentuan Meruqyah
Tatkala melakukan Ruqyah hendaknya diperhatikan ketentuan berikut ;

  1. Ruqyah tidak mengandungi unsur kesyirikan.
  2. Ruqyah tidak mengandungi unsur sihir.
  3. Ruqyah bukan berasal dari dukun, paranormal, tukan telek dan orang-orang yang segolongan dengan mereka, walaupun secara zahir mereka memakai sarban, jubah dan sebagainya. Kerana bukan penampilan yang menjamin seseorang itu terbebas dari perdukunan, sihir dan kesyirikan.
  4. Ruqyah tidak mempergunakan ungkapan yang tidak bermakna atau tidak difahami maknanya, seperti tulisan abjad atau tulisan yang tidak difahami.
  5. Ruqyah tidak dengan cara yang diharamkan seperti dalam keadaan junub, di kburan, di kamar mandi, di bilik yang gelap dan sebagainya.
  6. Ruqyah tidak mempergunakan ungkapan yang diharamkan, seperti celaan, cacian, laknat dan lain-lainnya.
Keutamaan Al Quran dan Sunnah Rasulullah
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang tidak menurunkan suatu penyakit kecuali Dia menurunkan juga ubat penawarnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap penyakit ada ubat penawarnya dan apabila suatu ubat itu sesuai dengan jenis penyakitnya, maka penyakit itu akan sembuh dengan izin Allah.” ( HR. Muslim ) Dan yakinlah bahwa tidka ada yang mampu menyembuhkan sesuatu penyakit melainkan hanya Allah SWT. Maka di antara cara yang paling tepatm efektif dan mujarab untuk menghilangkan sesuatu penyakit dan menangkal mara bahaya adalah dengan memfungsikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai pengubatan. Al-Quran telah menjelaskan hal itu secara terang :
Katakanlah, “Al-Quran itu adalah petunjuk dan penawar.” ( QS. Fushshilat : 44 )

“Dan kami turunkan dari Al-Quran ( ada ) sesuatu yang menjadi ubat penawar dan menjadi rahmat bagi orang yang beriman.” ( QS. Al-Isra’ : 82 )

Junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya telah mencontohkan pengubatan dengan mempergunakan Al-Quran dan doa-doa untuk mengubati berbagai macam penyakit, baik disebabkan oleh tukang sihir seperti guna-guna dan lain-lainnya atau disebabkan oleh gangguan jin seperti kerasukan dan penyakit-penyakit aneh lainnya atau terkena gigitan binatang berbisa seperti kala-jengking, ular dan sebagainya. Rasulullah SAW juga mempergunakan ayat-ayat Al-Quran dan doa-doa untuk penjagaan dan perlindungan diri.

Beberapa Alasan Ruqyah Berdasarkan Hadis-hadis Sahih

Nabi Muhammad SAW meruqyah dirinya sendiri tatkala mau tidur dengan membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas lalu beliau tiupkan pada kedua telapak tangannya, kemudian usapkan ke seluruh tubuh terjangkau oleh kedua tangannya. (HR. Al-Bukhari )

Jabir Bin Abdullah r.a. berkata, “Seseorang di antara kami disengat kalajenking. Kemudian Jabir berkata, “Wahai Rasulullah apakah saya boleh meruqyahkannya? Maka beliau bersabda, “Barangsiapa di antara kalian yang sanggup memberikan manfaat kepada saudaranya, maka lakukanlah.” ( HR. Muslim )

Aisyah r.a. juga mengatakan, “Rasulullah SAW memerintahkan padaku agar aku minta ruqyah dari pengaruh ‘ain ( mata yang dengki ).” ( HR. Muslim )

Dari Abu Sa’id Al-Khudhri r.a., Jibril mendatangi Nabi SAW, lalu berkata, “Wahai Muhammad apakah engkau mengeluh rasa sakit?” Beliau menjawab, “Ya!” Kemudian Jibril ( meruqyahnya ), “Bismillahi arqika, min kulli syai’in yu’dzika, min syarri kulli nafsin au ‘aini hasidin, Allahu yasyfika, bismillahi arqika”
( “Dengan nam Allah aku meruqyahmu, dari segala hal yang menyakitimu, dan dari kejahatan segala jiwa manusia atau mata pendengki, semoga Allah menyembuhkan kamu, dengan nama Allah saya meruqyahmu”) ( HR. Muslim )

Aisyah r.a. berkata, “Biasanya Rasulullah SAW apabila ada seorang yang mengeluh rasa sakit, beliau usap orang tersebut dengan tangan kanannya, kemudian berdoa, “Hilangkanlah penyakit wahai Rabb manusia, sembuhkanlah kerana Engkaulah pemberi penyembuh, tiada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tiada meninggalkan penyakit.” ( HR. Muslim )

Uthman Bin Abil ‘Ash r.a. datang menemui Rasulullah SAW mengadukan rasa sakit pada tubuhnya yang dia rasakan semenjak masuk Islam, kemudian
Rasulullah SAW berkata, “Letakkan tanganmu pada tempat yang terasa sakit, kemudian bacalah; “Bismillahi” ( dengan menyebut nama Allah ) tiga kali, dan bacalah; “A’uzu billahi wa qudrotihi min syarri ma ajidu wa uhadziru” ( aku berlindung dengan Allah dan dengan qudrat-Nya dari kejahatan yang aku dapati dan yang aku hindari ) tujuh kali.” ( HR. Muslim ) 

Sources : http://kuliyah.podbean.com/mobile/e/sheikh-saad-al-ghamdi-ayat-ruqyah-syariah-penawar-sihir-dan-gangguan-jin/

Metoda Pengobatan Nabi Muhammad SAW

بسم الله الرحمن الرحيم

 Metoda Pengobatan Nabi Muhammad SAW

1. Ruqyah

Ruqyah merupakan salah satu cara pengobatan yang pernah diajarkan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammmad SAW. Ketika Rasullulloh sakit maka datang Malaikat Jibril mendekati tubuh beliau yang sangat indah kemudian  Jibril membacakan salah satu doa sambil ditiupkan ketubuh Nabi, seketika itu Beliau sembuh.inilah doanya ” BismIlahi arqiika minkulli syai-in yu’dziika minsyarri kulli nafsin au-ainiasadin Alloohu yasyfiika bismIlahi arqiika “

Tiga cara Ruqyah Nabi :

A. Nafats.

Nafats yaitu membaca ayat Al Qur’an atau doa kemudian ditiupkan pada kedua telapak tangan kemudian diusapkan keseluruh badan pasien yang sakit. Dalam satu riwayat bahwasanya Nabi Muhammmad SAW apabila beliau sakit maka membaca “Al-muawwidzat” yaitu tiga surat   Al Qur’anyang diawali dengan kata    ” A’udzu “ Yaitu : surat An Nas, Al Falaq dan Al Ikhlas kemudian ditiupkan pada dua telapak tangannya lalu diusapkan keseluruh badan.

B. Air liur yang ditempelkan pada tangan kanannya.

Di riwayatkan oleh Bukhari-Muslim : Bahwasanya Nabi Muhammad SAW apabila ada manusia tergores kemudian luka, maka beliau membaca doa kemudian air liurnya ditempelkan pada tangan kanannya, lalu diusapkan pada luka orang itu.Inilah  doanya.“ALLAHUMMA ROBBINNAS ADZHABILBAS ISYFI ANTASY-SYAFII LAA SYIFA-A ILLA SYIFA-UKA LAA YUGODIRU SAQOMAN “.

C. Meletakkan tangan pada salah satu anggota badan.

Nabi Muhammad SAW pernah memerintahkan Utsman bin Abil Ash yang sedang sakit dengan sabdanya: ” Letakkanlah tanganmu pada anggota badan yang sakit kemudian bacalah “Basmalah 3x dan A’udzu bi-izzatillah waqudrotihi minsyarrima ajidu wa uhajiru 7x”

2.  Doa Mukjizat

Banyak do’a-do’a untuk kesembuhan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umat-Nya.Antara lain :

3. Dengan Memakai Madu.


Rasululloh menggunakan madu untuk mengobati salah satu keluarga shahabat yang sedang sakit .Dalam satu riwayat, ada sahabat datang kepada Nabi SAW memberitahukan anaknya sedang sakit, kemudian Nabi menyuruh orang itu meminumkan madu asli pada anaknya sambil membaca doa.

4. Bekam



Bekam adalah penyembuhan dengan  jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Apabila  rutin melakukannya insya Allah akan memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan penyakit dalam rangka menjaga kesehatan.

Ada dua jenis bekam :

A. Bekam  Angin

yaitu menghisap permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor. Bekam angin digunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung karena sakit rheumatik, juga penyakit-penyakit penyebab kenyerian punggung.

B. Bekam Basah


Bekam basah yaitu pertama kita melakukan bekam kering, kemudian kita melukai permukaan kulit dengan jarum tajam, lalu di sekitarnya dihisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Lamanya setiap hisapan 3 sampai 5 menit, dan maksimal 9 menit, lalu dibuang darah kotornya. Penghisapan tidak lebih dari 7 kali hisapan. Darah kotor berupa darah merah pekat dan berbuih. Dan selama 3 jam setelah di-bekam, kulit yang lebam itu tidak boleh disiram air. Jarak waktu pengulangan bekam pada tempat yang sama adalah 3 minggu saja

Sources :https://keperawatanreligionrestupratamawidyananda.wordpress.com/al-ilmu/c-nabi-muhammad-saw-2/

Perang Saudara Yaman

Perang Saudara Yaman adalah sebuah perang yang terjadi di Yaman Utara antara Kerajaan Yaman dan Republik Yaman dari tahun 1962 sampai tahun 1970. Faksi republiklah yang akhirnya mendapat kekuatan. Kerajaan Yaman mendapat dukungan dari Arab Saudi, dimana faksi Republik didukung oleh Mesir dan Uni Soviet. Pertempuran ini banyak emnggunakan masyarakat dalam pertarungan.

Referensi

  • Oren, Michael B. (2002). Six Days of War: June 1967 and the Making of the Modern Middle East. USA: Oxford University Press. hlm. relevant pages: 7–13, 39, 40. ISBN 0-19-515174-7.

Sources : http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Saudara_Yaman

Pertempuran Terus Terjadi di Kota Aden, Yaman

Aden, CNN Indonesia — Para pejuang Yaman yang setia pada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi terlibat pertempuran dengan para pejuang Houthi yang didukung Iran di pusat kota Aden yang merupakan basis terakhir presiden yang kini sudah berada di luar negeri itu.

Pendukung setia Hadi di kota pelabuhan itu melaporkan pertempuran di pusat kota yang menewaskan tiga orang, dan mengatakan berhasil merebut kembali bandara yang sudah beberapa kali berpindah tangan dalam beberapa hari terakhir.

Kementerian Kesehatan, yang setia pada para pejuang Houthi yang kini menguasai ibukota, mengatakan serangan udara pimpinan Arab Saudi semalam telah menewaskan 35 orang dan melukai 88 lainnya. Angka ini tidak bisa dikonfirmasi secara independen.

Para pejuang Houthi, yang mewakili kelompok minoritas Syiah yang berjumlah sepertiga dari populasi Yaman, tampil sebagai pihak terkuat di negara termiskin Semenanjung Arab ini tahun lalu ketika mereka merebut ibukota Sanaa.

Arab Saudi mengumpulkan negara-negara Arab Sunni dalam serangan udara untuk mendukung Hadi, yang pindah ke Aden pada Februari lalu dan sekarang berada di Riyadh setelah meninggalkan Yaman seminggu terakhir ini.

Pertempuran ini menyebabkan perang saudara yang sudah kacau dan menjadi medan pertempuran bagi pesawat tak berawak AS yang mensasar al Qaidah.

Sementara para pejuang Houthi dan sekutu militernya terus memperluas wilayah kekuasaan setelah serangan udara pertama kali dilakukan pada Kami, mereka tampaknya mengalami kekalahan di tiga wilayah – di wilayah pemukiman Aden, di provinsi Dhalea dan provinsi Shabwa.

Di Shabwa, sumber-sumber suku setempat mengatakan mereka membunuh 30 pejuang Houthi dalam pertempuran dengan milisi Syiah dan sekutu militernya di satu pangkalakan militer.

Pesawat tempur koalisi pimpinan Arab Saudi menyerang sasaran-sasaran militer di bandara di ibukota Sanaa dan Hodeida, pelabuhan terbesar di Laut Merah.

Di kota Saada, basis kuat Houthi dekat perbatasan Arab Saudi, serangan udara menghantam pangkalam militer Houthi milik milisi dan sekutunya yaitu mantan Presiden Ali Abdullah Saleh yang masih mengendalikan sebagian besar unit militer.

Saleh mengundurkan diri setelah perlawanan rakyat pada 2011 tetapi masih memiliki pengarih besar di Yaman.

Pada Sabtu (28/3) dia meminta para pemimpin Arab yang bertemu di Mesir untuk menghentikan serangan udara empat hari dan memulai kembali perundingan transisi politik di Yaman dan berjanji bahwa dia dan keluarganya tidak akan mencoba menjadi presiden lagi.

Akan tetapi Menteri Luar Negeri Hadi Riyadh Yaseen menyebut pernyataan itu sebagai “pernyataan orang yang kalah”.

Intervensi militer Arab Saudi ini merupakan front terbaru dalam perebutan kekuasaan dengan iran di Wilayah, peperangan antara keduanya yang mempergunakan pihak ketiga juga terjadi di Suriah, Irak dan Lebanon.

Iran menyangkal tuduhan dari para penguasa negara Teluk Sunni bahwa negara itu mempersenjatai Houthi yang menganut cabang Zaidi dalam Syiah Islam.

Syiah Zaidi memimpin kerajaan di Yaman selama seribu tahun hingga 1962. Mantan pemimpin Yaman Saleh sendiri merupakan anggota sekte ini dan dia sempat mencoba menghancurkan Houthi ketika berkuasa, tetapi kemudian bersekutu ketika disingkirkan.

Pertempuran di Aden

Pertempuran hebat terjadi di tujuh pronvisi selatan dan timur antara Houthi dan militer pro Saleh melawan suku-suku Islam Sunni, pihak yang setia pada Hadi dan kelompok separatis selatan.

Pejuang yang setia pada Hadi mengatakan berhasil merebut kembali bandara Aden setelah bertempur semalaman.

Pertempuran sengit di wilayah ini membuat para diplomat asing harus dievakuasi dari kota itu dengan mempergunakan kapal, dan dibawa dengan kapal perang Arab Saudi ke pelabuhan Jeddah di Laut Merah.

Seorang pejabat pelabuhan Aden mengatakan satu kapal perang Tiongkok telah berlabuh untuk mengevakuasi diplomat dan pekerja asing Tiongkok.

Dalam pernyataan kepada para pemimpin negara Arab yang berunding di Mesir, Saleh meminta koalisi pimpinan Arab saudi untuk menghentikan “agresi dan kembali ke meja perundingan”, dengan mengatakan bahwa Hadi gagal memerintah negara itu.

“Mari berdialog dan adakan pemilu, saya berjanji bahwa saya atau kelaurga saya tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden.”

Di depan umum, para pejabat Arab Saudi dan Yaman yang setia pada Hadi tampaknya tidak mengindahkan Saleh. Raja Arab Saudi Salman mengatakan kepada pertemuan puncak Arab bahwa operasi militer akan berjalan hingga tujuan tercapai.

Seorang diplomat di Teluk mengatakan belum jelas tujuan serangan militer itu. “Tidak ada visi politik bagi proses ini. Merekat tidak tahu bentuk akhirnya.” katanya.

“Mereka bahkan tidak menentukan ukuran kemenangan mereka”. (yns)

Cara Makan Rasulullah SAW

Cara Makan Rasulullah SAW

bismillahirrahmanirrahim

Makan adalah aktivitas yang pasti dilakukan setiap manusia. Cara dan pola makan sangat berpengaruh pada kesehatan jasmani, bahkan rohani kita. Rasulullah Muhammad SAW telah mencontohkan cara dan pola makan ideal yang membuatnya hanya pernah 3x sakit selama hidupnya.

Prinsip yang selalu dipegang Rasulullah Muhammad terkait dengan makanan adalah:

  1. Hanya makan makanan yang Halal (diperbolehkan sesuai syariat) dan Thayyib (baik gizi dan kandungannya)
  2. Jangan pernah makan hingga terlalu kenyang.
  3. Jangan tergoda makan lagi sesudah kenyang :D
  4. Jangan makan melebihi sepertiga perut, karena sepertiga lainnya adalah untuk minuman dan sepertiga terakhir untuk udara (nafas).

Tata cara makan Rasulullah Muhammad SAW adalah sebagai berikut:

  1. Bacalah doa sebelum makan;
    1. Minimal bacalah basmalah: “Bismillah“.
    2. Jika kita lupa membaca doa, lalu teringat ketika sedang makan, bacalah: “Bismillahi fii awwalihi wa aakhirihi“, yang artinya: “Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya”.
  2. Duduklah dengan baik, tegap dan tidak bersandar, agar makanan turun dengan sempurna;
  3. Mencuci tangan sebelum makan;
  4. Makanlah dengan tangan kanan;
  5. Bersikaplah sederhana dan tidak berlebihan ketika makan;
  6. Mulailah makan dari hidangan atau porsi yang terdekat dengan kita;
  7. Jangan memenuhi mulut dengan makanan yang terlalu banyak;
  8. Jangan banyak bicara ketika sedang makan;
  9. Jika memungkinkan, makanlah bersama-sama (tidak berpencar sendiri);
  10. Jika makan bersama-sama dari satu tempat makan, jangan mengembalikan makanan yang tersisa di tangan ke tempat makan. Jadi cukup ambil suapan seperlunya saja sehingga tidak bersisa di tangan;
  11. Jangan mengeluarkan suara keras ketika sedang mengunyah makanan karena akan mengganggu orang lain;
  12. Jangan mengawasi dan melihat-lihat orang yang sedang makan, karena orang yang diawasi akan merasa terganggu dan mengurangi selera makannya :)
  13. Jangan menyisakan makanan di piring (tempat makan);
  14. Dianjurkan untuk membersihkan tangan dan jari-jari dengan mulut ketika selesai makan;
  15. Jika ada makanan yang jatuh, jika memungkinkan, dipungut, dibersihkan, lalu dimakan kembali;
  16. Setelah selesai makan, bacalah hamdalah: “Alhamdulillah“;
  17. Cuci tangan kembali setelah makan.

Beberapa kebiasaan Rasulullah SAW yang baik kita tiru:

  1. Setelah subuh, Rasulullah SAW meminum segelas air yang dicampur dengan sesendok madu asli;
  2. Ketika masuk waktu dhuha, Rasulullah SAW selalu makan tujuh butir kurma matang;
  3. Menjelang sore hari, Rasulullah SAW mengkonsumsi cuka dan minyak zaitun, tentu saja dikonsumsi dengan makanan pokok, seperti roti :)
  4. Di malam hari, menu utama Rasulullah SAW adalah sayur-sayuran;
  5. Jika sedang berpuasa, Rasulullah SAW berbuka dengan segelas susu dan kurma, kemudian sholat magrib;
  6. Tidak makan lebih dari satu jenis makanan panas atau makanan dingin secara bersamaan;
  7. Tidak makan ikan dan daging dalam satu waktu;
  8. Tidak langsung tidur setelah makan; :D
  9. Tidak terlalu banyak makan daging.

Beberapa makanan kesukaan Rasulullah SAW tapi tidak rutin dikonsumsi adalah:

  1. Tsarid, yaitu campuran roti dan daging dengan kuah air masak (mirip bubur ayam);
  2. Buah yathqin atau labu manis;
  3. Anggur.

alhamdulillahirabbilalaminCatatan penting:

Doa sebelum makan yang berbunyi: “Allahumma baarik llanaa fiima razaqtanaa waqinaa adzaa ban-naar”, yang artinya: “segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat kepada kami dan menunjuki kami”, serta doa setelah makan yang berbunyi: “Alhamdulillahilladzi ath’amana wa saqana fa arwana wa kullul ihsan ataana”, yang artinya: “segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat kepada kami dan menunjuki kami. Dan segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minum kepada kami sampai kami puas dan segala kebaikan yang telah datang kepada kami”, disebut oleh Imam Bukhori dan Imam Abu Hatim sebagai: ”Mungkarul hadits jiddan (hadits yang sangat munkar).” Demikian diterangkan oleh Imam Dzahabi di Mizan-nya (3/548-549) dan Al Hafizh Ibnu Hajar dikitabnya Lasaanul Mizan (5/165-166) dan Imam Al’Uqailiy di kitabnya Adh Dhu’afaa’ (4/67-68). Wallahu’alam bishawab :)

Referensi:

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Cukuplah bagi manusia untuk mengkonsumsi beberapa suap makanan saja untuk menegakkan tulang sulbinya (rusuknya)”
  2. Rasulullah SAW bersabda: “Jika tidak bisa demikian, maka hendaknya ia memenuhi sepertiga lambungnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk bernafas”
  3. Apabila seseorang di antara kamu memakan makanan, katakanlah ‘Bismillah’. Apabila lupa pada permulaannya, katakanlah ‘Bismillahi fii awwalihi wa aakhirihi.’” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)
  4. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku tidak makan dengan bersandar”
  5. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang makan tujuh butir korma, maka akan terlindungi dari racun”
  6. Ceramah Umum “ghidza`unnabi” oleh Prof. Dr. Musthofa Romadlon di Wisma Nusantara, Kairo, Mesir) ditulis oleh Muhammad As’ad Mahmud, Lc. dan diceritakan kembali oleh bangdha.multiply.com
  7. Islamhouse.com

Sources :http://cara-muhammad.com/perilaku/cara-makan/

Cara Berpakaian Rasulullah SAW

bismillahirrahmanirrahim

Pakaian adalah kebutuhan hidup sekaligus cermin perilaku kita. Pakaian yang baik adalah pakaian yang diridhoi oleh Allah SWT. Berikut adalah pesan Rasulullah SAW dalam memilih pakaian yang baik:

  1. Pakaian yang dikenakan bersih, longgar (tidak ketat), tidak tembus pandang, dan menutupi aurat;
  2. Tinggalkan pakaian yang mewah walaupun kita mampu membelinya. Utamakan sikap tawadhu (rendah hati);
  3. Rasulullah SAW suka memakai gamis dan kain hibarah (pakaian bercorak yang terbuat dari bahan katun);
  4. Untuk  laki-laki, Rasulullah SAW melarang menggunakan pakaian berbahan sutera dan emas;
  5. Jangan menggunakan pakaian yang terlalu panjang, apalagi hingga harus diseret (terkena lantai). Untuk laki-laki, Rasulullah SAW melarang pakaian yang menutupi mata kaki untuk laki-laki karena kesombongan;
  6. Untuk perempuan muslimah, panjangnya hingga menutupi telapak kaki, dan kerudungnya menutupi kepala, leher, dan dada;
  7. Untuk lelaki tidak berpakaian seperti perempuan, demikian juga sebaliknya;
  8. Tidak memakai pakaian yang bertambal atau yang lusuh, karena menurut Rasulullah, Allah senang melihat jejak nikmat Nya pada hamba-Nya;
  9. Mengutamakan pakaian yang berwarna putih, karena Rasulullah juga menyukai warna itu.

Dalam tata cara berpakaian secara umum, ada beberapa hal yang dicontohkan Rasulullah SAW:

  1. Berdo’alah ketika akan berpakaian. Salah satu contohnya adalah: “Alhamdulillahil ladzii kasaanii hadzat tauba warozaqqoniihi min ghoiri haulin minna walaa quwwah“, yang artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rizki daripada-Nya tanta daya dan kekuatan dari-ku”;
  2. Berdo’alah ketika akan mengenakan pakaian baru. Doa yang dianjurkan adalah: “Allahumma laka al hamdu anta kasautani hi. As’aluka khairahu wa khaira ma suni’a lahu, wa a’u dzu bika min syarrihi wa syarri ma suni’a lahu“, yang artinya: “Ya Allah bagi Mu segala puji, Engkau telah me¬makaikan pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepada Mu kebaikannya dan kebaikan akibatnya. Aku berlindung pula kepada Mu dari kejahatannya dan kejahatan akibatnya”;
  3. Disunahkan memakai pakaian dari sebelah kanan terlebih dahulu;
  4. Berpakaianlah dengan rapi dan indah disesuaikan dengan tempat, tanpa berlebihan dan tidak dipaksakan;
  5. Disunahkan melepaskan pakaian dari sebelah kiri terlebih dahulu.

alhamdulillahirabbilalaminReferensi:

  1. Mu’adz bin Anas Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Siapa yang menanggalkan pakaian yang mewah karena tawadlu’ kepada Allah padahal ia dapat membelinya, Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di muka sekalian manusia untuk disuruh memilih sendiri pakaian iman yang mana yang ia kehendaki untuk dipakainya.” (HR. Tirmidzi)
  2. Hadis riwayat Barra’ bin Azib ra., ia berkata:Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk melaksanakan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara. Beliau memerintahkan kami menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, mendoakan orang bersin (mengucap yarhamukallah), melaksanakan sumpah dengan benar, menolong orang yang teraniaya, memenuhi undangan dan menyebarkan salam. Beliau melarang kami dari cincin atau bercincin emas, minum dengan wadah dari perak, hamparan sutera, pakaian buatan Qas (terbuat dari sutera) serta mengenakan pakaian sutera baik yang tebal dan tipis. (Shahih Muslim No.3848)
  3. Hadis riwayat Hudzaifah bin Yaman ra.: Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: Janganlah kalian minum dalam wadah emas dan perak dan jangan mengenakan pakaian sutera sebab pakaian sutera itu untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia dan untuk kalian di akhirat pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.3849)
  4. Hadis riwayat Ali bin Abu Thalib ra., ia berkata: Dihadiahkan kepada Rasulullah saw. kain sutera bergaris. Rasulullah saw. mengirimkannya kepadaku maka aku pun memakainya. Tetapi aku melihat kemarahan di wajah beliau. Beliau bersabda: Sungguh, aku mengirimkan pakaian itu kepadamu bukannya untuk engkau pakai tetapi aku mengirimkannya agar engkau memotong-motongnya menjadi kerudung buat para wanita. (Shahih Muslim No.3862)
  5. Hadis riwayat Anas bin Malik ra.: Dari Qatadah ia berkata: Kami bertanya kepada Anas bin Malik: Pakaian apakah yang paling disukai dan dikagumi Rasulullah saw.? Anas bin Malik ra. menjawab: Kain hibarah (pakaian bercorak terbuat dari kain katun). (Shahih Muslim No.3877)
  6. Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Allah tidak akan memandang orang yang menyeretkan pakaiannya dengan sombong. (Shahih Muslim No.3887)
  7. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Ia melihat seorang lelaki menyeret kainnya, ia menghentakkan kakinya ke bumi, lelaki itu adalah pangeran (penguasa) Bahrain. Ia berkata: Pangeran datang, pangeran datang! Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah tidak akan memandang orang yang menyeretkan kainnya dengan kecongkakan. (Shahih Muslim No.3893)
  8. Doa berpakaian diatas diambil dari hadits riwayat seluruh penyusun kitab sunan, kecuali Nasa’i, lihat Irwaa’ul Ghalil 4/47
  9. Rasulullah SAW bersabda, ” Sesungguhnya dua benda ini (emas dan sutera) haram atas lelaki ummatku. (H.R.Abu Daud)”
  10. Rasulullah bersabda: Allah melaknati lelaki yang memakai pakaian perempuan, dan perempuan yang memakai pakaian laki-laki. (H.R. Bukhari)
  11. Doa yang dianjurkan adalah: “Allahumma laka al hamdu anta kasautani hi. As’aluka khairahu wa khaira ma suni’a lahu, wa a’u dzu bika min syarrihi wa syarri ma suni’a lahu”, yang artinya: “Ya Allah bagi Mu segala puji, Engkau telah me¬makaikan pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepada Mu kebaikannya dan kebaikan akibatnya. Aku berlindung pula kepada Mu dari kejahatannya dan kejahatan akibatnya”.
  12. http://islam2u.bumicyber.org/index.php?option=com_content&view=article&id=147:36-terjemahan-hadits-shahih-muslim-kitab-pakaian-dan-perhiasan&catid=8:hadis-shahih-muslim&Itemid=13
  13. http://www.mail-archive.com/bicara@yahoogroups.com/msg03125.html

Sources : http://cara-muhammad.com/perilaku/cara-berpakaian-rasulullah-saw/

Cara Bersiwak Rasulullah SAW

bismillahirrahmanirrahim

Ilustrasi gambar:

Salvadora Persica

Salvadora Persica

Siwak

Apa itu siwak? Siwak (atau disebut juga miswak) merupakan kayu dari ranting pohon Aarak atau Peelu, yang lazim terdapat di jazirah Arab. Nama latinnya: Salvadora Persica. Siwak inilah yang biasa digunakan sebagai sikat gigi sekaligus pasta gigi yang terkenal di jazirah Arab.

Keutamaan bersiwak sangat banyak. Bahkan penelitian-penelitian modern menemukan bahwa siwak lebih baik dan alami ketimbang sikat dan pasta gigi yang sekarang beredar luas.Rasulullah SAW pun sangat menyukai bersiwak (menyikat gigi dengan siwak).

Cara Rasulullah SAW bersiwak adalah sebagai berikut:

  1. Berdoa sebelum bersiwak. Salah satu do’a yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah: “Allahumma thahhir bissiwaak Asnaaniy, wa qawwiy bihi Litsaatsiy, wa afshih bihi lisaniy“, yang artinya “Wahai Allah sucikanlah gigi dan mulutku dg siwak, dan kuatkanlah Gusi gusiku, dan fashih kan lah lidahku”;
  2. Memegang siwak dengan tangan kanan atau tangan kiri (ada perbedaan pendapat tentang hal ini) dan meletakkan jari kelingking dan ibu jari dibawah siwak, sedangkan jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk diletakkan di atas siwak.
  3. Bersiwak dimulai dari jajaran gigi atas-tengah, lalu atas-kanan, lalu bawah-kanan, lalu bawah-tengah, lalu atas-tengah, lalu atas-kiri, lalu bawah-kiri. Jadi seperti angka 8 yang ditulis rebah :-)
  4. Langkah ke-3 di atas dilakukan 3x putaran;
  5. Selesai bersiwak, mengucapkan hamdalah, “Alhamdulillah“.

Kapan saja bersiwak? Rasulullah mencontohkan waktu-waktu utama bersiwak adalah sebagai berikut;

  1. Hendak berwudhu dan sholat;
  2. Ketika akan memasuki rumah;
  3. Ketika bangun tidur. Baca: Cara Tidur Rasulullah SAW;
  4. Ketika sedang berpuasa (shaum);
  5. Ketika hendak membaca Al-Qur’an.

Beberapa hal lain yang pernah Rasulullah SAW contohkan tentang bersiwak:

  1. Cucilah siwak sebelum menggunakan dengan air bersih;
  2. Sebelum digunakan, sebaiknya siwak diperbaiki/diperbagus terlebih dahulu;
  3. Boleh menggunakan siwak orang lain setelah dibersihkan;
  4. Bersungguh-sungguhlah ketika bersiwak;
  5. Boleh bersiwak di hadapan orang lain (tidak harus sembunyi-sembunyi).

Wallahu’alam bissahawab.

alhamdulillahirabbilalaminReferensi:

  1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) bersabda, “Siwak merupakan kebersihan bagi mulut sekaligus keridhaan bagi Rabb.” (Riwayat Ahmad)
  2. Sabda Nabi, “Kalau bukan karena akan memberatkan umatku, tentulah kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudhu. (Riwayat Bukhari dan Muslim). Dalam redaksi lain, Nabi mengucapkan, “Kalau bukan karena akan memberatkan umatku tentulah kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan shalat.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).
  3. Diriwayatkan dari Syuraih bin Hani, ia berkata: “Aku bertanya kepada Aisyah, ‘Apa yang dilakukan pertama kali oleh Rasulullah jika memasuki rumahnya?” Aisyah menjawab, “Bersiwak”. (Riwayat Muslim).
  4. Nabi Muhammad SAW mencontohkan bersiwak setiap kali bangun tidur, termasuk saat bangun malam. (Riwayat Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah).
  5. Aisyah menyebutkan, “Rasulullah tak tidur pada malam atau siang hari lalu beliau bangun kecuali bersiwak terlebih dahulu sebelum wudhu.” (Riwayat Abu Daud).
  6. Dari Amir bin Rubaiah, ia berkata: “Aku melihat Rasulullah bersiwak (berulang kali hingga aku tidak bisa menghitungnya), padahal beliau sedang berpuasa.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).
  7. Dari Ali ibn Thalib Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah memerintahkan kami bersiwak: ‘Sesungguhnya seorang hamba jika berdiri menunaikan shalat, malaikat lalu mendatanginya, berdiri di belakangnya mendengar bacaan al-Qur`an dan mendekat. Malaikat terus mendengar dan mendekat sampai ia meletakkan mulutnya di atas mulut hamba tersebut, hingga tidaklah dia membaca satu ayat pun kecuali malaikat berada di rongganya.” (Riwayat Baihaqi)
  8. Aisyah radhiyallahu ‘anha mengabarkan,”Nabiyullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersiwak lalu memberiku siwak tersebut utk kucuci. Lalu aku menggunakan utk bersiwak kemudian mencuci setelah menyerahkan kepada beliau.”
  9. Musa Al-Asy‘ari radhiyallahu ‘anhu menceritakan:“Aku pernah mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika itu beliau sedang bersiwak dgn siwak basah. Ujung siwak itu di atas lidah beliau dan beliau mengatakan “o’ o’″ sedangkan siwak di dlm mulut beliau seakan-akan beliau hendak muntah.”
  10. http://abizakii.wordpress.com/2010/04/05/siwak/
  11. http://belajardanberamal-naser.blogspot.com/2010/08/tata-cara-bersiwak.html
  12. http://majalah.hidayatullah.com/?p=1705&cpage=1#comment-2190
  13. http://gusimerah.blogspot.com/2009/06/kenali-manfaat-sehat-siwak-atau-miswak.html
  14. http://blog.re.or.id/keutamaan-bersiwak.htm

Sources : http://cara-muhammad.com/perilaku/cara-bersiwak-rasulullah-saw/