Tausiyah Habib Munzir Al Musawa : Yang Paling Dicintai Rasulullah SAW Diantara Kalian

Sabda Rasulullah saw :
“Sungguh yang paling kucintai diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknyadiantara kalian” (Shahih Bukhari)

Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh

Limpahan Puji Kehadirat Allah, Maha Raja Langit dan Bumi, Tunggal dan Abadisepanjang waktu dan zaman di dalam Kesempurnaan Nya. Nama Yang Paling Indahdisebut dan diingat, Nama yang Mengawali segala kejadian dan kehidupan, yangsetiap kehidupan berawal dari Keagungan Nama Nya, yang setiap kehidupan berawaldari Kehendak Nya.
Hadirin hadirat…, wahai yang setiap sel tubuh kita yang milik Allah Swt, wahaiyang diberi panca indera yang milik Allah..,

Hadirin hadirat sadarkah kita bahwakita ini ada yang memiliki, ada yang mengatur setiap kehidupannya, ada yangmengatur jumlah nafasnya, ada yang mengatur usianya untuk hidup diatas bumiyang milik Nya, ada yang mendengar setiap ucapan yang diucapkannya, MahaMelihat setiap lintasan pemikirannya, Dialah Allah Swt Yang Maha Dekat kepadasegenap hamba Nya tanpa sentuhan dan tanpa jarak.
Tiada menyerupai Nya segala sesuatu, Dialah Allah yang Tidak Serupa dengansegala galanya. Maha Tunggal dan Maha Sempurna. Dengan tidak bisa dibayangkankeberadaan Dzat Nya dan tidak bisa disamakan dengan makhluk Nya.

Tunggal berbeda dari segenap yangada di langit dan bumi, kasih sayang Nya melebihi segenap kasih sayang,kelembutan Nya melebihi kemurkaan Nya. Sebagaimana firman Nya didalam haditsqudsi riwayat Shahih Bukhari, “Rahmat Ku mengungguli daripada Kemurkaan Ku”.Rahmat Ku terlebih dahulu daripada Kemurkaan Ku dan Kasih Sayang Ku melebihiKemurkaan Ku.

Menunjukkan ketika hamba telahbanyak berbuat salah dan dosa, Kasih Sayang Ilahi tetap terbuka baginya untukkembali kepada kelembutan Allah. Untuk dimaafkan dan untuk mendapatkankehidupan yang bahagia dan abadi. Allah Swt Semulia mulia Dzat yang Diingat danDisebut setiap lisan, Semulia mulia yang Dimuliakan dan Diagungkan, Yang PalingBerhak Dimuliakan dan Dicintai adalah Allah Swt. Semakin seseorang mencintaidan merindukan Allah, menjaga perasaan Allah….
Adakah kita terlintas menjaga perasaan Allah agar Allah tidak kecewa?, Yangmemiliki dirimu.., sepantas pantasnya yang kita jaga perasaannya adalah Allah..Dan kita malam hari ini bertamu di rumah Allah.

Hadirin hadirat semakin besarkeinginan seorang hamba untuk mencari keridhoan Tuhannya, untuk membuatTuhannya senang maka ia semakin dicintai oleh Allah.
Pahami satu jiwa yang termuliakan dari semua jiwa, sanubari yang paling sucidari semua makhluk Nya, adalah Sayyidina Muhammad Saw.. Manusia yang palingmenjaga perasaan Allah, Manusia yang selalu ingin berbuat apa apa yang sangatdicintai Allah dan selalu ingin membimbing hamba hamba Allah agar sampai padakelompok orang orang yang dicintai Allah. Allah kabulkan niat mulia Sang NabiSaw sehingga Allah berfirman “Qul in kuntum tuhibbunallah fattabi’uniyuhbibkumullah, katakanlah jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku (NabiMuhammad Saw) maka kalian akan dicintai Allah” (QS. Ali Imran:31).
Allah menjaga perasaan Sang Nabi Saw. Allah tidak biarkan Sang Nabi Saw kecewadan sedih. Oleh sebab itu ketika terputusnya wahyu beberapa waktu, mulailahpenghinaan dari kaum kaum kuffar quraisy terhadap Sang Nabi Saw yang berkata“tampaknya setan yang biasa menyurupimu sudah hilang wahai Muhammad”. NabiSaw itu kalau turun ayat, beliau menggigil, maka mereka mengumpamakan dg ejekanyaitu kesurupan.
Lalu muncullah firman Allah Swt dari ucapan orang orang kuffar mengatakan itukemasukkan syaithan. Maka ketika tidak ada wahyu beberapa waktu, orang orangkuffar berkata “berarti sudah sembuh dari kesurupanmu”. Maka sakitlahRasul saw mendengar pernyataan itu, bukan karena hinaan orang tapi karena takutberpisah dan takut jauh dari Allah. Sangat mencintai Allah dan tidak inginberpisah dengan Allah walaupun harus berpisah dengan segala galanya.

Termuncul dari ucapan beliau (NabiSaw) ketika dilempari dan dikejar kejar seraya berkata “in lam yakun lakaghadhabun alayya fala ubaliy, asal Kau (Allah Swt) tidak murka padaku, akutidak perduli apapun yang menimpaku”.
Inilah jiwa termegah dan jiwa yang paling mulia yang dipuji oleh Allah, “wainnaka la’alaa khuluqin adhim, sungguh kau (Nabi Saw) memiliki akhlak yangagung” (QS.Al Qalam:4).

Ketika Sang Nabi saw didalam puncakkesedihan hingga jatuh sakit karena terputusnya wahyu dalam waktu yang lama,Allah turunkan firman Nya untuk menghibur Sang Nabi saw “Wadhdhuhaa,wallaili idza sajaa, ma wadda a’ka robbuka wamaa qalaa, walal akhirotikhoirullaka minal uulaa, walasaufa yu’thiika robbuka fatardha…., Demi cahayadhuha, demi cahaya pagi dan demi malam ketika gelap gulita” (QS.Adhdhuha:1-5).
Al Hafidh Al Musnid Al Imam Qurthubi didalam tafsirnya menukil sedemikianbanyak penafsiran tentang ayat ini. Dari salah satu penafsirannya yang tsigah,Al Imam Qurthubi mengatakan makna kalimat wadhdhuha disini adalah melambangkancahaya yang menerangi hati orang orang yang dipenuhi cinta kepada Allah(qulubul arifin), dipenuhi cahaya khusyu’. Allah bersumpah dengan cahaya yangada di sanubari ahlul khusyu’, ahlul sujud dan ahlul munajat. Orang yangjiwanya dipenuhi kerinduan kepada Allah, Allah bersumpah dengan cahaya itu yangmenerangi jiwa mereka.

Dan dari sedemikian banyak jiwa yangmemiliki cahaya rindu kepada Allah, tentunya pemimpinnya adalah SayyidinaMuhammad Saw. Allah sedang melambangkan indahnya iman pada jiwa Sang Nabi Sawdan para arifin (ahli makrifah) lainnya.

“wallailiidza sajaa, demi malam ketika gelap gulita” (QS.Adhdhuha:2). Al Imam Qurthubi menafsirkan salahsatu dari makna penafsiran ini adalah demi malam ketika gelap gulita. Allahbersumpah menqiyaskan jiwa orang orang kuffar yang memusuhi Sang Nabi saw dalamgelap gulita. Tidak mengenali kemuliaan dan imam. Maksudnya antara jiwa SangNabi saw dan orang orang yang dimuliakan Allah dan orang orang yang gelaphatinya dengan kemuliaan.
“Ma wadda a’ka robbuka wamaa qalaa, Allah tidak akan meninggalkanmu wahaiMuhammad dan tidak akan murka kepadamu” (QS.Adhdhuha:3). “walal akhirotikhoirullaka minal uulaa, hal hal yang akan datang jauh lebih baik daripada yangsekarang ini” (QS.Adhdhuha:4). “wa lasaufa yu’thiika rabbuka fatardha, Allahakan memberimu anugerah sampai kau benar benar ridha dan puas” (QS.Adhdhuha:5).

Al Imam Ibn Abbas dalam tafsirnyamenafsirkan makna ayat “wa lasaufa yu’thiika rabbuka fatardha” adalah Syafa’atNabi Muhammad Saw di yaumal qiyamah. Ayat ini juga menenagkan orang orang yangmerindukan Allah Swt karena pemimpin mereka Nabi Muhammad Saw ditenangkan olehAllah dengan turunnya ayat ini. Dan ayat ini juga diperuntukkan bagi kita.Tenangkan diri kita dengan cahaya Keagungan dan Kasih Sayang Illahi.

Hadirin hadirat yang dimuliakanAllah,
Oleh sebab itu Sang Nabi Saw selalu ucapan bibirnya mengucap Nama Allah,berdzikir, berdoa dalam segala hal. Bahkan diriwayatkan didalam Shahih Bukhari,beliau (Nabi Saw) selalu mengucapkan “labbaik allahumma labbaik” mulaidari medan Arafah saat beliau pergi haji sampai Mudzdalifah, dari Mudzdalifahsampai Mina. Terus ucapan ini diucapkan “labbaik allahumma labbaik”, akudatang pada Mu wahai Allah, aku datang. Dan ucapan ini, para ahlul ma’rifah(para ulama) kita sering mengucapkannya walau bukan di musim haji dan umrah.Tapi dari cinta mereka kepada Allah, mengatakan “wahai Alllah wahai Allah,kami datang kepada kasih sayang Mu, kepada Rahmat Mu, kepada Pengampunan Mu,kepada Majelis Dzikir Mu, kepada Masjid masjid Mu, kepada Panggilan Shalat Mu”.seluruh bentuk ibadah dan taat kepada Allah adalah bentuk talbiyah danucapan aku datang kepada Mu wahai Allah. Seluruh bentuk ibadah. Setiap sujudadalah bentuk daripada ucapan labbaika allahumma labbaik. Wahai Allah akudatang pada Mu wahai Allah dalam setiap shalat kita, dalam setiap ibadah kita.

Jadikan dirimu siang dan malamdipenuhi cahaya talbiyah (aku datang kepada Mu wahai Allah). Datang siang,malam dalam kebaikan dan ibadah.

Hadirin hadirat, dan ketahuilahsegala kemuliaan bukan hanya muncul pada ibadah ibadah yang khusus sajatetapi ibadah untuk menyenangkan hati orang orang yang shalih atau orang orangyang beriman atau ayah bunda kita adalah bentuk ibadah. Seseorang berkata(barangkali kalau zaman sekarang menyenangkan hati orang lain itu bukanibadah). Hadirin hadirat, kalau dibilang ibadah syirik nanti. Tentunya tidakdemikian. (tidak syirik), Menyenangkan hati seorang muslim, seorang mukminapalagi ayah bunda apalagi shalihin atau bahkan Nabi Muhammad Saw adalahmerupakan ibadah yang diganjar pahala oleh Allah. Sebagaimana firmannya“jangan sesekali mengeraskan suara pada ayah bunda kita namun ucapkan padamereka kalimat yang baik”.(QS Al Isra 23). Kenapa? karena ucapan yang baikbaik itu ibadah walaupun kepada kedua orangtua kita, bukan kita menyembah ayahbunda kita tapi mengikuti tuntunan Sang Nabi saw adalah ibadah. Karena firmanAllah “athi’ullah wa athi’urrasul, taatilah Allah dan taatilah Rasul”. Baktikepada orangtua adalah ibadah.

Rasul saw bersabda didalam haditsyang kita baca tadi “diantara kalian yang paling kucintai diantara kalianadalah yg paling baik akhlaknya”. Hadirin hadirat, ini menujukkan Sang Nabisaw memberi kesempatan kepada kita untuk berlomba lomba menjadi orang orangyang beliau saw cintai. Kenapa ucapan ini muncul? diantara kalian yang palingkucintai adalah yang paling baik akhlaknya.
Disini Sang Nabi saw mengajak kita berlomba lomba menjadi orang yang palingdicintai oleh beliau. Kenapa? karena orang yang paling dicintai beliaulah orangyang paling dicintai Allah.
Demikian hadirin hadirat rahasia dari makna hadits ini. Menunjukkan perbuatanperbuatan yang mengarah kepada hal hal yang menyenangkan Sang Nabi saw adalahibadah dan hal tersebut merupakan bakti kita kepada Nabi Muhammad Saw.

Kehadiran kita ditempat ini adalahsalah satu bentuk yang sangat membuka gerbang keridhoan Allah yangmenggembirakan Sang Nabi saw. Apa sih yang membuat Sang Nabi saw gembira? yangmembuat Nabi saw gembira itu adalah hal hal yang diridhoi Allah. Itu yangmembuat Sang Nabi saw gembira, diantaranya akhlak yang indah. Jaga lidah kitajangan mencaci muslimin, jaga hati kita jangan membenci muslimin, jaga harihari kita jangan mengganggu saudara saudari kita muslimin, apalagi ayah bundakita, tetangga kita, keluarga kita, guru kita apalagi Nabiyyuna Muhammad Saw.Jangan sampai kita berbuat hal hal yang mengecewakan mereka.

Hadirin hadirat, “sungguh yangpaling dicintai dihadapanku diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya diantarakalian”. Hadits ini jelas mengajak kita berlomba lomba menjadi orang yangpaling dicintai olejh Nabi Muhammad Saw. Semoga Allah menjadikan kita orangorang yang paling dicintai Allah.

Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari,ketika Rasul saw menyebutkan “aku mendengar hentakkan sandalmu wahai Bilaldihadapanku di surga”. Saat Rasul saw Mi’raj sampai ke surga, beliaumendengar suara langkah sandalnya Bilal. Kita bertanya kenapa bukan Bilal yangmasuk ke dalam surga Nya, tapi langkah sandalnya? ini menunjukkan perbuatanBilal dicintai oleh Allah dan dicintai oleh Nabi Muhammad Saw. Para Muhadditsmenjelaskan makna daripada hadits ini bahwa Bilal itu ketika ditanya akanhadits ini, kenapa bisa demikian? Bilal berkata “tidaklah aku batal wudhuterkecuali aku berwudhu lagi”. Batal wudhu, berwudhu lagi dan shalat sunnah2 rakaat. Perbuatan itu dicintai oleh Allah dan Rasul. Dan Rasul melafadhkannyakepada umat ini agar sampai kepada kita. Untuk apa? Menunjukkan perbuatanmemperbanyak wudhu itu dicintai oleh Rasul dan itu dicintai oleh Allah Swt.

Oleh sebab itu hadirin hadirat,perbanyak perbuatan yang membuat Rasul saw senang kepada kita. Bagaiman kalaukita mendengar hadits beliau, “seseorang bersama dengan orang yang iacintai”. Pahamlah kita disini, munculkan kecintaan kepada Nabi Muhammad Sawitu akan membuat kita dicintai oleh Allah dan akan membuat kita dicintai olehRasul saw.

Cinta kepada Allah dan Rasul ituakan membenahi keadaan kita, membenahi sifat kita, membenahi apa apa yang kitaperbuat sehingga kita akan semakin terbimbing untuk mengikuti akhlak NabiyyunaMuhammad Saw.

Hadirin hadirat, oleh sebab ituRasul saw berkata (riwayat Shahih Bukhari) “tidak diperbolehkan untukberselisih antara sesama muslim melebihi 3 hari”. Menunjukkan Rasul sawmemahami perselisihan itu mungkin ada antara muslimin tapi tidak boleh lebihdari 3 hari, kata Rasul. Kalau tidak saling jumpa, tidak saling silaturahmiselama berpuluh puluh tahun tentunya tidak mengapa tapi jangan ada permusuhan.,jika muncul permusuhan tidak boleh lebih dari 3 hari dan diantara 2 orang yangberselisih yang paling afdhol (kata Rasul saw) adalah yang memulai denganmengucap salam kepada temannya. Dari orang yang berselisih, mana yang palingmulia diantara mereka? yaitu yang memulai salam terlebih dahulu. Itulah yanglebih mulia, kata Rasul saw.

Jika kita kaitkan ayat ini denganhabluminallah dan habluminannas. Subhanallah!! Betapa besarnya cinta Allahkepada kita. Kita tidak boleh berselisih lebih dari 3 hari, tapi kalau Allahharus 5X sehari kita menghadap. Demikian besarnya cinta Allah Swt kepada kita.
Wahai yang tidak bersujud kecuali hanya kepada Allah, benahi penghadapanmukepada Allah dalam 5 waktu setiap harinya, karena itu adalah bentuk cinta Allahkepada kita dan jawablah lamaran cinta Allah Swt kepada kita. Bagaimana dengankita?, dengan menunaikan shalat 5 waktunya, tambah lagi kalau mampu denganqabliyah dan ba’diyah. Tidak mampu saya sibuk banyak pekerjaan di sekolah ataudalam pekerjaan dikantornya atau didalam perdagangannya atau lainnya. Ada waktushalat witir malam hari setelah shalat isya, ada waktu shalat dhuha, ada waktuqiyamullail. Ada banyak waktu yang diluar waktu kesibukkan kita. Sempatkanwaktu menjawab cintanya Allah yang wajib dan yang sunnah.

Hadirin hadirat, hiasi hari harimudengan hal hal yang dicintai Allah, perbuatlah terus dan perbuatlah terussebagaimana Allah menjanjikan “tiadalah seorang hamba beramal hal hal yangfardhu dan tiadalah hamba Ku berhenti pada hal hal yang fardhu saja tapi iateruskan dengan hal hal yang sunnah sampai Aku mencintainya”. Amal yangfadhu semampumu perjuangkan, lebihkan lagi dengan hal hal yang sunnah, akansampai waktunya Allah mencintaimu. Rabbiy pastikan kami semua sampai kepadanafas nafas yang Kau cintai wahai Rabb.

Hadirin hadirat yang dimuliakanAllah,
Penyampaian saya yang terakhir adalah munculnya banyak pertanyaan tentanghukumnya memakai minyak wangi yang mengandung alkohol atau minum obat batukyang mengandung alkohol. Hadirin kalau minyak wangi itu alkoholnya tidakdihukumi “khamr”, bukan arak. Sebagian besar ulama membolehkannya karena bukannajis. Yang disebut alkohol yang diharamkan dan najis itu adalah yangmemabukkan. Kalau minyak wangi dan obat bius lokal dikulit itu tidak memabukkantapi itu racun. Kalau diminum tidak mabuk, tapi mati.
Oleh sebab itu tidak diharamkan, tidak najis hukumnya. Tapi yang diharamkanadalah diantaranya obat batuk yang mengandung alkohol. Obat batuk yangmengandung alkohol itu bukan racun tapi itu obat penenang yang jugamenghilangkan rasa sakit dan lainnya itu adalah hal yang tidak diperbolehkanoleh syariah. Banyak obat batuk anak anak (mengandung alcohol), cari obat yanglain karena masih banyak yang tidak mengandung alkohol. Demikian hadirinhadirat yang diharamkan adalah yang melewati proses yang diperbuat sepeprtimembuat arak. Memabukkan bila diminum itu haram hukumnya, walaupun sedikit.Hadirin hadirat demikian. Tapi kalau proses dibuatnya bukan untuk memabukkanmaka tidak haram hukumnya dan hukumnya bukan hukum khamr.

Demikian hadirin hadirat yangdimuliakan Allah,
Semoga Allah swt membangkitkan kecintaan didalam jiwa kita untuk selalu berbuathal – hal yang dicintai Allah. Ya Rahman Ya Rahiim Ya Dzaljalali wal ikramterangi jiwa kami dengan pelita keindahan Nama Mu, terbitkan keindahan Nama Mudidalam jiwa kami dengan cahaya yang tiada pernah terbenam, Ya Rahman Ya RahiimYa Dzaljalali wal ikram kami benamkan seluruh doa dan munajat kami didalam doakami, didalam dzikir kami, kami memanggil Nama Mu Yang Maha Luhur..

Hadirin hadirat setiap kali kaumemanggil Nama Allah maka saat itu kalimat itu, kau telah memanggil SangPemilikmu, Yang Memilikimu didunia hingga di akherat, Dialah Allah Swt, DzatYang Paling Lembut dan paling mencintaimu, memberikan kepadamu kehidupan yangtidak bisa diberikan oleh sesama makhluk satu sama lain, Dialah Allah Yang MahaTunggal dan Abadi.

Faquuluuujamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..

Faquuluuujamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah

Washollallahu ala Sayyidina MuhammadNabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam.

Wassalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh

Sources : https://id-id.facebook.com/notes/laskar-nabawi/tausiyah-habib-munzir-al-musawa-yang-paling-dicintai-rasulullah-saw-diantara-kal/460425420694907

Mintalah Kepadaku Allah Swt Pasti Kuberi..

Mintalah Kepadaku Pasti Kuberi ….. Cara agar Doa cepat terkabul

Ya asal memintanya kepada Allah pasti diberi… sekali lagi saya tegaskan pasti diberi…! syaratnya asal yakin ! minta apapun… HP, Rumah, Isteri dll pasti diberi… Jalan sesat setan seperti korupsi ala Gayus, jual harga diri, menipu, bohong, mencuri dll nggak perlu dipakai karena cukup dengan minta kepada Allah semua keinginan kita pasti terkabul Asal tahu Rahasianya.

Bekerja dan berusaha mencari tambahan penghasilan memang penting karena dengan jalan ini orang akan mendapatkan uang dan dapat memenuhi segala kebutuhannya. Akan tetapi bagaimana jika penghasilan itu tidak cukup dan bagaimana solusi bagi orang-orang yang menginginkan sesuatu misal (rumah, mobil. isteri dll) tapi hari ini masih jauh diluar kemampuannya . Mau usaha modal tidak cukup dan tidak tahu harus mengerjakan apa? apakah orang ini boleh melanggar aturan Allah seperti menjual harga diri, korupsi dll demi mendapatkan barang yang dikehendaki? Tidak.. ! Allah memberikan solusi bagi orang yang percaya dan tawakal kepada Allah dan tetap bertahan dengan jalan yang jujur dan diridhoi oleh Allah SWT. Sungguh tidak adil jika Setan punya solusi untuk kaya tidak pakai lama seperti korupsi, mencuri dll. Jika jalan yang Halal tidak ada.

Berdoa dan minta kepada Sang Pencipta (Allah) adalah solusi dan sangat penting bagi kita karena dengan Berdoa dan Tawakal kepada Allah, Allah akan memberi rejeki dari arah yang tidak kita sangka. Beda bila kita bekerja tanpa doa, Rejeki akan datang dari arah yang kita sangka yaitu dari tempat kita bekerja yang datang setiap akhir bulan / gajian atau penghasilan yang kita peroleh sebatas hasil yang kita usahakan secara normal Oleh karena itu Perhatikan Firman Allah berikut :

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” QS. Ath-Thalaq (65) : 2- 4

Minta kepada Allah pasti dikabulkan karena Allah sesuai dengan prasangka hambanya jika seorang hamba berprasangka Allah dekat dan permintaannya pasti diberi oleh Allah, pastilah Allahpun dekat dan akan memberi apa yang diminta oleh hambanya sesuai dengan Hadist berikut :

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku.
Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. (Shahih Muslim No.4832)

Jadi siapapun orangnya mau baik atau buruk, alim atau tidak bahkan untuk orang-orang yang kadang melanggar larangan Allah pun jika mau meminta kepada Allah pasti diberi asal mengetahui Cara meminta, Rahasia Waktu, adab dan syaratnya.

Kenapa pasti diberi oleh Allah dan apa alasannya? karena :

1. Disebutkan dalam Al Quran :

Surat Al Mu”min (40) ayat 60

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.

Janji Allah itu sangat benar dan pasti terlaksana beda dengan janji manusia yang bisa bohong dan belum tentu terlaksana karena dibatasi oleh ruang dan waktu. Didalam ayat yang lain Allah berfirman:

-Surat Al Baqoroh (2) ayat 186 :

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Jadi jika ingin segera dikabulkan doanya maka ikutilah segala perintah Allah seperti Sholat, Puasa dll dan hindarilah larangan-larangan Allah agar mendapatkan rezeki yang berkah membawa kebaikan dunia dan akhirat.

2. Salah satu dari sifat Allah (Asmaul Husna) yaitu Al Hayiy yang artinya Maha Pemalu. Allah akan malu tidak bisa memenuhi permintaan hambanya. Sangat mudah bagi Allah memenuhi berbagai permintaan manusia sedangkan mahluk hidup lain yang jumlahnya Miliaran Triliun semua dipenuhi rezekinya oleh Allah tanpa diminta, Sehingga jika sampai di minta Allah tidak bisa memberinya, Allah akan malu dan ini tidak mungkin terjadi..

Sesuai dengan Hadist Rasullullah SAW :

Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Murah hati. Allah malu bila ada hambaNya yang menengadahkan tangan (memohon kepada-Nya) lalu dibiarkannya kosong dan kecewa. (HR. Al Hakim)

Sesungguhnya Allah Maha pemalu dan pemurah. Dia malu bila seorang lelaki mengangkat kedua tangannya kepada-Nya lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong dan hampa.”
(Shahih, HR. Abu Dawud no. 1488 dan At-Tirmidzi no. 3556 dan beliau mengatakan hasan gharib. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

3. Allah adalah Maha Raja dari segala Raja . Allah Maha Kaya dari segala yang kaya, Maha Kuasa, Maha Agung, Maha Tinggi, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan Maha Adil sehingga Allah tidak akan pernah membeda-bedakan keinginan mahluk yang memintanya, Semua mahluk hidup yang jahat maupun yang baik semua dipenuhi kebutuhannya, yang melaksanakan perintah Allah atau tidak Allah juga tetap memberikannya. Meskipun waktu pemberiannya beda Allah PASTI memberinya.

Tiada seorang berdo’a kepada Allah dengan suatu do’a, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa. (HR. Ath-Thabrani)

Hadist riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Akan dikabulkan doa seseorang di antara kamu sekalian selama dia tidak terburu-buru berkata: Aku sudah berdoa, tetapi aku tidak atau belum dikabulkan
. (Shahih Muslim No.4916)

4. Allah yang mencipta kita, tidak mungkin/mustahil Pencipta tidak bisa memenuhi kebutuhan yang diciptanya. Berdasarkan pada pengalaman pribadi, tukar kawruh dan beberapa buku yang saya renungkan, Sebenarnya keinginan kita bisa cukup digambarkan saja dalam pikiran, diyakinkan dan diteguhkan dalam hati dan disertai hati yang ikhlas, bersyukur, dan selalu berprangka baik dan berpikir positif maka keinginan kita tanpa kita sadari sudah terjadi dan terlaksana.

Dulu (1997) saat ingin beli sepeda ontel saja saya tidak bisa, pas di rumah kakek Ds Butuh Temanggung ada tamu bawa mobil Hardtop bagus banget. Saya bayangin punya mobil seperti itu bahkan lebih bagus lagi yang saya inginkan: Hardtop warna Hijau metalik  Full Variasi dari Eksterior sampai  Interior.. Alhamdulillah …Sungguh luar biasa tanpa saya sadari …tahun 2000 keinginan tersebut terkabul persis seperti yang saya inginkan… Meskipun agak lama (3 tahun) tapi tetap saja keinginan itu Allah kabulkan padahal waktu itu keinginan dilakukan tanpa meminta hanya berangan kuat saja. Sekarang kalau permintaan yang kecil2 sih tidak pakai lama cepat juga terkabul bukan karena saya alim, mukmin, saleh dan taat beribadah… bukan ..bukan karena itu tapi karena Allah … Allah yang Maha Pengasih.. Allah yang Maha Penyayang… lagi Maha Pemurah …. Hambanya yang banyak dosa seperti saya tetap diberi…

Jadi bagaimana bila tanpa diminta saja Allah memberi apalagi sampai kita meminta. Meminta dengan cara yang sopan, waktunya pas dan  caranyapun  ditunjukkan oleh Sang Pemberi (Allah) , adabnya benar, perkataan halus sesuai Quran dan Hadist nabi, selain itu ditambah ibadah saat orang lain makan kita puasa, yang lain pelit kita sedekah, awal siang orang sibuk kita sholat duha, yang lain malam pada tidur kita bangun sholat tahajjud minta sesuatu…. “ Sangatlah tidak mungkin alias Impossible jika meminta dengan cara seperti itu kepada Allah tidak kabulkan “

Yang merubah nasib kita adalah diri kita sendiri bukan orang lain, Salah jika kita menginginkan suami atau isteri kaya dan kita akan jadi bahagia karenanya.. untuk sementara memang iya tapi bukan untuk selamanya sebab pastilah harga diri kita yang menjadi taruhannya kelak. Hanya karena agama hidup akan menjadi tentram bahagia. Perhatikan Firman Allah :

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
QS. ar-Ra’d (13) : 11

Jadi jelas bahwa kebahagiaan kita itu tergantung pada usaha diri kita sendiri bukan orang lain.

Merubah keadaan tidak harus Bekerja menyenangkan manusia yang umumnya bayarannya hanya uang, Bekerja menyenangkan Allah selain bayarannya uang (lewat orang lain) tapi juga akan ditambah dengan ketenangan dan kebahagiaan lahir batin.

Cara yang saya uraikan dibawah adalah bekerja untuk Allah (Meskipun Allah tidak perlu dibantu karena Allah bisa bekerja sendiri) tapi Allah suka dengan Manusia yang punya keinginan bekerja membantu Allah dan melakukan usaha yang menyenangkan Allah sehingga Allah suka dan segera memberikan apa yang kita inginkan .

Bekerja dan melakukan perbuatan yang membuat Allah suka adalah sebagai berikut:

1.Kapan dan dimana saja jika ingat Beristighfar mohon ampun kepada Allah sebanyak-banyaknya.

“Barangsiapa yang tetap melakukan istighfar, maka Allah subhaanahu wa ta’aala akan membebaskannya dari segala kesusahan dan melapangkannya dari setiap kesempitan serta akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak diduganya.” (HR Abu Dawud 1297)

2.Bekerja dengan cara Menolong kepada orang yang lagi kesusahan atau sedekah

Barangsiapa ingin agar do’anya terkabul dan kesulitan-kesulitannya teratasi hendaklah dia menolong orang yang dalam kesempitan. (HR. Ahmad)

3. Melakukan perbuatan atau usaha yang membuat Allah suka dan dilakukan dengan cara special / khusus agar Allah lebih memperhatikan kita yaitu dengan cara :

a. Mulai detik ini perbanyaklah berdzikir menyebut nama Allah terutama nama Allah yang 99 yaitu Asmaul Husna. Sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya terutama nama Allah yang sesuai dengan permintaan kita . Dulu tahun 1999 saya pernah amalkan asmaul husna kepada orang yang merugikan saya dan hasilnya sungguh sangat luar biasa.. belum dari pengalaman orang lain dll.

Contoh : Dzikir Ya Rahman Ya Rahim ..( Yang Maha Pengasih & Yang Maha Penyayang) sebanyak-banyaknya orang akan banyak mengasihi kita tidak perlu pakai susuk atau pengasihan yang haram.

“Dan dzikirlah (ingatlah) Allah sebanyak-banyaknya, supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah 62:10)

Allah mempunyai asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.QS. al-A’raf (7) : 180

b. Selain itu perbanyaklah baca Shalawat Nabi: “Allahumasholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad”

“Jika salah seorang di antara kamu berdoa, hendaknya memulai dengan memuji dan menyanjung Tuhannya, dan bershalawat kepada Nabi , kemudian berdoa apa yang dia kehendaki.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ahmad, di-shahih-kan oleh Al-Albani).

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. QS. al-Ahzab (33) : 56

Rasulullah saw bersabda: “Barang-siapa yang membaca shalawat kepada-ku sekali, Allah akan memberikan balasan shalawat kepadanya sepuluh kali.”(HR. Muslim 1/288.)

Rasulullah l saw bersabda: “Sesungguh-nya Allah mempunyai para malaikat yang senantiasa berkeliling di bumi yang akan menyampaikan salam kepadaku dari umatku”. (HR. An-Nasa’i, Al-Hakim 2/421)

c. Bisa mulai bekerja dan berusaha mendekatkan diri pada Allah pada Minggu / Rabu malam agar esoknya bisa puasa sunat Senin atau Kamis meskipun hari lain atau nanti malam juga boleh (lebih cepat lebih baik )

Dari Aisyah, Nabi besar SAW. Memilih waktu puasa hari Senin dan hari Kamis. (Riwayat Tirmizi)

Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam pernah ditanya tentang puasa pada hari senin dan hari kamis, kemudian bersabda : “Sesungguhnya perbuatan
diperlihatkan pada setiap hari Senin dan hari Kamis, kemudian Allah
mengampuni setiap orang muslim atau orang Mukmin kecuali dua orang yang saling mendiamkan. Allah berfirman,’Tundalah pengampunan terhadap keduanya
(Riwayat Ahmad)

d. Bersuci dan berdoa sebelum tidur dengan membaca Alfatihah, S. Al Ikhlash, An Nash, Al Falaq kemudian Ayat kursi dan Shalawat Nabi.

Dari ‘Amr bin ‘Anbasah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Artinya :Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya” . [Sunah Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595]

“Rapatkan kedua telapak tangan, kemudian ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlash (Qul huwallaahu ahad), surat Al-Falaq (Qul a’uudzi bi rabbil-falaq), dan surat An-Naas (Qul a’uudzu bi rabbin-naas). Lalu, dengan kedua telapak tangan itu, bagian tubuh yang dapat dijangkau diusap. Mulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan.” (HR. Bukhari, Muslim, Malik, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An-Nasa’i)

Setelah itu baca ayat Kursi (Al-Baqarah: 255) (HR. Bukhari)

Lalu baca surat Al-Baqarah ayat 285-286 (HR. Bukhari & Muslim)

Terakhir, baca doa sebelum tidur: “Bismika Allaahumma ahyaa wa amuut”. (Dengan namaMu, Ya Allah, aku hidup dan mati) (HR. Bukhari & Muslim)

e. Bangun untuk sholat Tahajjud pada sepertiga malam terakhir ( Jam 2-4 Pagi )

“Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.(Surah al-Isra’ 17: 79)

Nabi, “Rabb kita turun pada setiap malam ke langit dunia, ketika tersisa sepertiga malam yang terakhir, lalu berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku kabulkan doanya. Siapa yang memohon kepada-Ku, siapa yang meminta ampunan kepada-Ku maka Aku memberikan ampunan baginya.’ Demikianlah hal itu terjadi hingga terbit fajar.” (HR. Bukhari & Muslim).

Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )

f. Saat sujud Berdoalah dengan suara yang lembut dan khusyu atau setiap selesai sholat Tahajjud Berdoalah dengan mengangkat kedua tangan dan Mohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa kita dengan mengucapkan : Astaghfirullah hal azhim.. sambil mengingat dosa yang telah kita perbuat sampai kira2 cukup kemudian Memuji kepada Allah dengan Asmaul Husna , Sholawat Nabi selanjutnya Berdoa dengan keinginan yang jelas, masuk akal dan suara yang pelan penuh pengharapan serta yakin doa pasti dikabulkan. Doakan orang tua terlebih dahulu dan umat islam sebelum kita memulai doa untuk diri kita sendiri

Dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda.
“Artinya : Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhl ah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan
“. [Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur’an fi Ruku’ wa Sujud 2/48]

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
QS. al-A’raf (7) : 55

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. QS. al-A’raf (7) : 56

“Allah mempunyai Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu…(QS. Al-A’raf 7:180)

g. Setelah selesai sholat malam lakukan Sahur untuk niat puasa Senin atau Kamis pada pagi harinya. Dan pada sore harinya saat berbuka puasa berdoalah apa yang diinginkan

Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa saat berbuka ada doa yang tidak ditolak”. [Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da’watuhu 1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17].

h.Usahakan melakukan Sholat Dhuha minimal 4 rakaat maksimal 12 rakaat

Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik ( kira-kira jam 9.00 ). Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadits Nabi SAW : ” Allah berfirman : Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya ( HR.Hakim dan Thabrani ).

i. Sebelum keluar rumah (didalam rumah) bacalah Surat Al Ikhlas 7 kali (Pengalaman pribadi dan orang lain berdasarkan kitab yang saya pelajari )

j. Di jalan banyaklah beramal bersikap yang tidak merugikan orang lain, tidak mengeluh, banyak bersyukur, berpikir positip dan banyak berdzikir.

k. Sholat berjamaah di Masjid ditambah sholat sunat sebelum dan sesudah sholat wajib

Ibnu Abbas berkata. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Barangsiapa mendengar seruan muadzin dan tak ada udzur yang menghalanginya, shahabat bertanya. ‘Apakah udzur itu ?’ Rasulullah menjawab.’Rasa takut dan sakit’, maka shalat yang ia kerjakan tidak diterima” [Abu
Dawud di dalam Sunnannya 1/373 hadits no. 551]

“Artinya : Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah
shalat shubuh dan shalat isya’ seandainya mereka tahu apa yang ada pada keduanya tentu mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak, aku ingin sekali supaya shalat ditegakkan dan memerintahkan seseorang menjadi imamnya
kemudian pergi bersama beberapa orang lelaki dengan membawa kayu bakar mendatangi kaum yang tidak mengerjakan shalat berjama’ah, lalu aku bakarrumah mereka dengan api” [Shahih Muslim 1/1,425 no. 651 kitab al-Masajid wamawadli’ush shalat bab.42]

Dari Aisyah RA bahwa Nabi SAW bersabda :” Dua rakaat fajar (shalat sunnat yang dikerjakan sebelum subuh) itu lebih baik daripada dunia dan seisinya. “ (HR Muslim)

Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa shalat dalam sehari semalam dua belas rakaat akan dibangun untuknya rumah di Surga, yaitu; empat rakaat sebelum Zhuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah Isya dan dua rakaat sebelum shalat Subuh.”” (HR. At-Tirmidzi, ia mengatakan, hadits ini hasan shahih).

Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda : “Semoga Allah memberi rahmat bagi orang yang shalat empat rakaat sebelum Ashar.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan, hadits ini hasan)

Dari Aisyah : “Adalah nabi saw. Shalat sebelas rakaat di antara shalat Isya dan terbit fajar. Beliau memberi salam setiap dua rakaat dan yang penghabisan satu rakaat” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Tambahan :

Di Masjid Al Musyawaroh  Kelapa Gading Jakarta Utara pada ceramah Tarawih Ramadhan 1413H kemarin oleh ustadz dari Wisata Rohani Jakarta, Diterangkan bahwa Sholat Jamaah di masjid disertai sholat sunat Rawatib tanpa putus selama + 1bulan  dapat menyegerakan doa /suatu keinginan.  Ustadz tsb menceritakan telah didatangi seorang Penjual permen keliling dan isterinya yang  putus asa karena  tidak bisa bayar sekolah anaknya. Oleh ustadz tsb  di sarankan sholat jamah dan sholat sunat. Sampai di rumah Si Penjual permen ragu. Mosok minta jalan  dibayarkan sekolah anak malah disuruh sholat, tapi setelah tidak tega  melihat anak malu tidak masuk sekolah  dan  waktunya juga semakin mepet, Si Penjual  permenpun pasrah karena  tidak ada jalan lain lagi untuk bayar. Yakin pertolongan Allah pasti datang maka Si Penjual permen melakukan sholat wajib berjamaah dan sholat sunat tanpa putus, setelah melalui beberapa godaan  seperti, susah cari teman jamaah, tidak laku jualan setelah sholat jamaah dll  dan tetap melakukan sholat jamaah tanpa putus, akhirnya   tidak lama kemudian  datanglah pertolongan Allah lewat orang lain sehingga Si Penjual Permen bisa membayar sekolah anaknya.

Doa dan keinginan si Penjual permen telah dikabulkan oleh Allah karena sholat Jamaah dan Sunat Rawatib tanpa putus.

l. Saat Adzan dan Iqomah berdoalah.

Do’a yang diucapkan antara azan dan iqomat tidak ditolak (oleh Allah). (HR. Ahmad)

Setelah anda minta ternyata belum juga diberi oleh Allah terus bagaimana menyikapinya?:

Hadist riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Akan dikabulkan doa seseorang di antara kamu sekalian selama dia tidak terburu-buru berkata: Aku sudah berdoa, tetapi aku tidak atau belum dikabulkan
. (Shahih Muslim No.4916)

Tiada seorang berdo’a kepada Allah dengan suatu do’a, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa. (HR. Ath-Thabrani)

Bersyukurlah dengan apa yang diberikan oleh Allah selama ini, Bisa lihat, bisa jalan, sehat..dst… perhatikan Firman Allah :

“Dan ketika Tuhan-mu mengumumkan’Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak karunia kepadamu; dan jika kamu tidak mensyukuri, sesungguhnya azabku sangat keras’ “ (QS Ibrahim [14]: 8 )

“Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa yang kufur (tidak bersyukur), maka sesungguhnya Tuhanku Maha kaya (tidak membutuhka sesuatu) lagi Mahamulia” (QS An-Naml [27]: 40)

Tugas anda hanya meminta/berdoa tidak perlu anda memikirkan caranya agar keinginan terkabul, Allah yang akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.

Tidak ada yang sia-sia dalam usaha bekerja mendekatkan diri kepada Allah karena cepat atau lambat permintaan kepada Allah pasti diberi…

 setan yang  berusaha membujuk diri kita untuk malas dan tidak yakin berhasil dalam berusaha dengan cara

Sources : https://fath102.wordpress.com/2010/03/22/mintalah-kepadaku-pasti-kuberi/

diatas … Saya yakin kita  pasti bisa.. mulailah  dengan mengucapkan : Astaghfirullahaladzim… Audzubillahiminisyaitonirrojim…  Bismillahirrohmannirohim…

Allah pasti memberi orang yang meminta kepadaNya.. Amin.

DENGAN CARA ISLAM, DUNIA MUDAH DALAM GENGGAMAN

Posted By: Dinar Rafikhalif on 7:59 AM

Assalamualaikum, bismillah…

Dunia dan akhirat merupakan dua hal yang tidak dapat terpisahkan dan terlupakan dalam siklus kehidupan manusia. Siapa sih yang tidak mau sukses di dunia, dan siapa juga sih yang tidak ingin sukses di akhirat kelak. Mengejar dunia atau mengejar akhirat, mana yang didahulukan harus? Apakah tergantung situasinya? Jika masih muda maka banyak-banyaklah berjuang untuk dunia, sedang ketika usia mulai lanjut maka itulah saat orientasi harus berubah menjadi mengejar akhirat, benar begitu? Hmm… berbicara masalah akhirat, bagi seseorang yang usianya masih tergolong muda seperti saya, saya yakin pasti ada yang menganggapnya kolot, tidak gaul, seperti orang tua saja, dan lain sebagainya. Namun mau tidak mau, justru semakin muda kita mendalami perihal akhirat, masalah agama, kesempatan kita untuk sukses di dunia akan semakin cepat.

Perhatikan sabda Rasulullah berikut.

“Dunia dan akhirat itu umpama rumput dan padi… Tanamlah padi, rumput kan tumbuh jua, tetapi tanam rumput, tak kan tertumbuh padi… Begitulah jua dunia dan akhirat… Kejar akhirat, dunia akan didapat bersama… Kejar dunia, maka hanyalah dunia semata-mata”

Dari hadits tersebut, dapat kita tarik kesimpulan bahwa ketika seseorang bersungguh-sungguh untuk mengejar akhirat maka secara langsung dia pun akan memperoleh kebahagiaan dunia. Sedangkan orang yang hanya mencari kebahagiaan di dunia, maka dia hanya memperoleh dunia saja tanpa kebahagiaan di akhirat. Hal inilah yang nanti akan kita dalami maknanya, serta kita carikan contoh-contohnya sehingga kita menjadi semakin yakin dan istiqomah di jalan Allah SWT.

Banyak di antara anak muda yang menyepelekan masalah agama namun sangat bersungguh-sungguh dalam mengejar nilai A di bangku kuliah. Bagaimana mungkin bisa seseorang yang tiap hari isinya cuman mengkaji Alquran namun bisa mendapat nilai A ketika ujian? Jadi begini… Untuk menjawabnya, memang diperlukan pikiran dan hati yang lapang dan terbuka.

Agama islam, merupakan agama yang sempurna dan mengatur segala aspek kehidupan. Jadi di dalam ajaran agama Islam itu sendiri tentunya terdapat anjuran untuk giat dalam menuntut ilmu pengetahuan. Lebih-lebih ialah Islam memandang ilmu merupakan sesuatu hal yang sangat mulia. Kemuliaan ilmu dipandang Islam lebih mulia daripada harta. Hal itu disebabkan karena:

Pertama, ilmu lebih istimewa dari harta. Sebab ilmu adalah warisan para nabi. Sedangkan harta adalan warisan Qarun, Haman dan Fir’aun.

Kedua, ilmu lebih istimewa dari harta. Sebab ilmu selalu menjagamu, sedangkan harta, engkaulah yang harus menjaganya. Ilmu tidak perlu dijaga, sedangkan hartaminta dijaga.

Ketiga, ilmu lebih istimewa dari harta. Sebab agama itu sendiri akan menjadi buta tanpa adanya ilmu. Tidak mungkin seseorang dapat menemukan keagungan-keagungan ciptaan Allah SWT tanpa adanya ilmu pengetahuan yang digunakan untuk itu.

Sehingga korelasinya adalah seseorang yang memang benar-benar mempelajari dan menjalankan perintah agama tentu tidak akan malas-malasan dalam belajar (menuntut ilmu). Sebab menuntut ilmu adalah perintah agama, siapa yang mengingkari berarti ingkar terhadap perintah Allah SWT. Insya Allah bagi mahasiswa biasanya yang rajin belajar akan mendapat nilai bagus.

Bicara tentang sukses dunia akhirat, tentunya tidak menutup kemungkinan seseorang untuk mengalami yang namanya tidak sukses dunia akhirat. Skenario terburuknya, ketika seseorang mengalami kegagalan di dunia dan kegagalan di akhirat, kira-kira lebih bahaya yang mana?? Kegagalan di dunia, segagal-gagalnya apapun tetap masih akan ada banyak orang yang menolong. Sebab di dalam Islam sendiri mewajibkan untuk saling menolong kepada orang yang berkesulitan, salah satunya ialah kewajiban dalam perintah zakat. Zakat diberikan kepada orang-orang yang mungkin bisa dikatakan kurang beruntung di dunia, sebab mereka pun untuk makan saja sangat sulit.

Namun orang-orang tersebut masih sangat mending jika dibandingkan dengan orang-orang yang gagal di akhirat. Kegagalan di akhirat tidak akan ada yang bisa menolong. Yang ada ialah balasan berupa azab  yang pedih.

Terlepas dari konteks perkuliahan yang sempit, kita keluar melihat dunia luas yang dipenuhi orang-orang yang sukses di dunia karena mereka tekun mengejar akhirat.

Pernah membaca novel Negeri Lima Menara??

Saya yakin jawabannya bisa sudah bisa belum. Dan saya sendiri belum membacanya. Tapi saya tahu sedikit-sedikit kisah hidup langsung (bukan fiksinya) mas Ahmad Fuadi, penulis novel Negeri Lima Menara tersebut. Beliau diminta orang tuanya untuk jadi anak pondokan pesantren. So pasti, tak usah dibahas pun kita semua tahu yang namanya pondok pesantren tentu isinya pendidikan-pendidikan berbau agama yang istiqomah dalam mengejar akhirat. Dan hasilnya, luar biasa. Dunia dalam genggaman mas Ahmad Fuadi. Berbagai beasiswa keliling dunia ia dapatkan. Berbagai penghargaan pun dia raih sebagai penulis best seller. You know lah..

Pernah dengar pakarnya otak kanan bernama mas Ippho Santosa??

Iya saya tahu, jawabannya bisa pernah dengar bisa juga belum pernah. Beliau ini pun merupakan Enterpreneur muda yang sukses di tanah air, sekaligus penulis buku mega best seller, serta seorang motivator yang sudah menyelenggarakan training di berbagai benua loh. Yup, dunia di tangannya. Rahasianya?? Dalam bukunya ia bercerita bahwa semua hasil yang dia raih itu adalah buah dari ibadah yang ia tekuni selama ini. Simpel aja sih sebenarnya, cukup sedekah konsisten, sholat Dhuha dan Tahajud. Tapi yang konsisten lo ya. Katanya, Sholat Duha itu singkatannya “Doanya Pengusaha”. Sedangkan Tahajud singkatan dari “Tau-tau Hajad Terwujud”. Berhubung kekayaannya sudah melimpah ruah, mas Ippho kalau sedekah nominalnya bisa mencapai ratusan juta. Jadi dampaknya ya justru kekayaannya semakin bertambah banyak lagi. Dunia semakin dalam genggaman.

Begitu banyak hal yang ku alami dan ku lalui …

Saat bersama-Mu ku rasa senang tak ku rasa sedih …

Familiar tidak dengan dua syair di atas? Hehe yup itu adalah lirik lagu Noah yang sedikit diplesetkan sehingga bernuansa religi. Siapa sih yang tidak tau Noah sekarang. Dimana-mana muncul, dimana-mana ada Noah. Mulai dari iklan XL, Yamaha, PC Tablet, Kakaotalk, Vaseline, baik itu di TV, spanduk, koran, majalah, atau brosur-brosur yang berserakan di jalanan. Tentunya mereka meraup penghasilan yang luar biasa besarnya dari itu semua, padahal itu adalah honor sampingan mereka sebagai grup band yang honornya sendiri sudah selangit. Noah berhasil menggenggam dunia. Setelah mereka mengalami masa-masa yang gelap dan penuh keterpurukan iman, ternyata selama menunggu si vokalis bebas dari tahanan, beberapa personel Noah yaitu Lukman dan Reza tekun mendalami ilmu agama di daerah Jawa Timur. Mereka tak jarang ikut pengajian-pengajian untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT. Hasilnya ya begini ini sekarang, mereka mencoba mengejar akhirat, ternyata band mereka berhasil menggenggam dunia.

Dan masih ada banyak contoh di luar sana.

Pertanyaannya ialah kok bisa ya dunia itu bisa dikatakan secara otomatis berada dalam genggaman orang-orang yang tekun mengejar akhirat. Entah benar atau tidak saya pribadi me-logika-kan seperti ini. Harap maklum ya kalau tidak tepat.

Islam menganggap dunia itu tidak penting. Benar-benar tidak penting lah pokoknya. Dalam sebuah buku yang pernah saya baca menyebutkan bahwa Allah SWT tidak menganggap dunia itu lebih berharga daripada sayap seekor nyamuk. Ada pula hadits yang menyebutkan bahwa dunia dan akhirat itu ibarat ketika engkau mencelupkan jari telunjukmu ke dalam air se-laut-an kemudian kamu angkat kembali jari telunjukmu itu. Maka sisa air yang menempel pada jari telunjukmu itulah dunia, sedangkan air di lautan itu ialah akhirat. Benar- benar perbandingan sangat kontras.

Untuk itu islam sangat menganjurkan umatnya agar tidak terlena dengan dunia yang hanya secuil itu. Kenikmatan dunia hanya sedikit, sesaat dan fana. Islam menganjurkan umatnya untuk lebih berkonsentrasi kepada urusan akhirat, karena akhirat itu lebih abadi dan kekal dengan segala nikmat-Nya.

Hal itu membuat kaum muslim menganggap dunia itu kecil dan tak perlu terlalu dipusingkan. Lebih baik memusingkan tentang akhirat yang kekal abadi, berintrospeksi dengan diri sendiri apakah semua yang telah dilakukan dapat dipertanggungjawabkan di akhirat nanti. Mereka akan menyibukan diri dengan ibadah-ibadah yang berkaitan dengan akhirat. Akibatnya dunia jadi tercampakan. Dunia jadi dicuekin nih jadinya. Siapapun juga yang merasa dicuekin pasti biasanya akan caper, cari perhatian, bisa dengan mendadak jadi baik hati. Begitu pula dengan dunia, dia pun akhirnya takluk dengan sikap kekeh kaum muslim yang cuek terhadapnya. Akhirnya dunia pun menyerahkan dirinya kepada orang-orang yang teguh mengejar akhirat.

Itu cuma logika gampangnya aja. Kajian yang lebih mendalam mengenai mengejar akhirat dan dunia sebenarnya tidak bisa dilogikakan. Intinya adalah semua karena Allah SWT. Orang yang mengejar akhirat berarti dia mencintai Allah, sehingga Allah pun mencintai orang tersebut. Maka dari itu Allah akan memudahkan urusan-urusan orang itu di dunia.

Terakhir, kita semua sudah tidak asing lagi dengan istilah penjahat berdasi, yang akhir-akhir ini mewabah di negeri ini. Penjahat berdasi, alias para koruptor, ya mereka disebut penjahat karena memang berbuat kejahatan. Sehingga negeri kita ini kini menjadi sangat ironis, kejahatan dilakukan bukan oleh orang-orang liar yang kelaparan di jalan, dan rumah tahanan pun tak hanya terisi oleh tersangka kasus curanmor, namun, penjahat di negeri kita dilakukan oleh orang-orang yang cerdas, oleh sekumpulan orang-orang pandai, berpendidikan dan intelektual yang tinggi, iya korupsi. APA YANG SALAH DENGAN MEREKA?????????? Otak mereka brilian, pendidikan mereka tinggi, jabatan pekerjaan mereka disegani sebagai tempat bersandarnya nasib masyarakat.

Ini adalah masalah akhlak. Ilmu mereka sempurna, namun agama mereka terseok-seok. Jika agama tanpa ilmu ialah buta, maka ilmu tanpa disertai agama ialah bencana. Sebab mereka tak bisa mengguanakan ilmu mereka dengan tuntunan agama yang mulia. Mereka menggunakan ilmu untuk kepentingan nafsu mereka pribadi. Mereka dapatkan gelar, jabatan, tahta, uang yang berlimpah ruah. Namun dengan semua itu apakah mereka telah bisa disebut telah menggenggam dunia?? Dengan kerendahan hati, saya katakan TIDAK!

Justru mereka termasuk orang-orang yang gagal. Mereka gagal dalam mencuekin dunia. Sehingga dunia berhasil menjadi prioritas utama. Hak-hak orang lain mereka ambil untuk kepentingan mereka. Secara akhirat, jelas mereka telah divonis gagal. Sedangkan secara dunia, bagaimana indikatornya?? Meskipun mereka, para koruptor, mendapatkan segala kenikmatan dunia, seakan-akan mereka menggenggam dunia, namun di sisi lain banyak sekali rakyat yang dirugikan, banyak rakyat yang menghujat para koruptor, tidak jarang rakyat yang memberikan sumpah-sumpah untuk keburukan nasib para koruptor sebagai pelampiasan kekecewaan rakyat. Nah, banyak sekali musuh di dunia. Apakah masih bisa disebut menggenggam dunia?? Justru yang ada ialah mereka sedang DIGENGGAM DUNIA. Mereka digenggam oleh kecaman dan hujatan dari sana-sini semasa hidup mereka di dunia. Sungguh itu adalah akibat dari lalai dan meremehkan masalah akhirat.

Kesuksesan, baik itu kesuksesan dunia maupun kesuksesan akhirat, ialah dua hal yang kita inginkan bersama. Ada satu nasihat yang saya peroleh dari Amak (bahasa minangnya ibu) mas Ahmad Fuadi. Bahwa walaupun Ahmad Fuadi kini telah sebegitu sukses kiprahnya di dunia, namun bagi Amaknya, untuk urusan akhirat tidak boleh ada kata puas. Tidak boleh lah seseorang merasa cukup dengan bekal-bekal amalnya untuk menuju akhirat. Tak boleh lah seseorang merasa cukup alim dan sholeh masalah akhirat. Jangan ada kata lelah untuk terus mengejar dan meningkatkan ilmu akhirat. Sedangkan untuk masalah dunia, lihatlah orang-orang yang keadaannya jauh di bawah keadaan kita. Sehingga kita pun menjadi sangat mensyukuri apa pun nikmat yang kita peroleh.

“Untuk akhirat lihatlah ke atas, sedangkankan untuk dunia lihatlah ke bawah” (Ibunda Ahmad Fuadi)

Semoga… semoga… kita semua sangat berharap… kita semua berharap semoga kita terus terjaga keimanan dan ketaqwaan kita, meskipun telah pergi meninggalkan kita sebuah bulan yang sangat mulia, sebuah bulan yang penuh kasih sayang, bulan yang penuh ampunan, bulan yang ketika engkau memohon di dalamnya maka doamu akan terkabul, bulan yang di dalamnya terdapat malam yang yang lebih baik daripada malam seribu bulan, sebuah bulan yang ketika diamnya mulutmu saja pun tlah dihitung sebagai pahala, subhanallah… bulan Ramadhan, pertemukanlah kami denganmu lagi…lengkap dengan orang-orang yang kami sayangi…

Dan dengan terjaganya keimanan dan ketaqwaan kita, maka tidak ada rasa lelah yang menyelimuti untuk tetap tegar dalam mengejar akhirat, hingga kita akan peroleh kesuksesan demi kesuksesan di dunia datang pada diri kita, dan pada akhirnya semua kesuksesan dunia tersebut akan ditutup dengan sebuah kesuksesan yang abadi, yakni kesuksesan akhirat. Aamiin ya Rabbal Alamin.

Sources : http://dinarmagzz.blogspot.com/2013/08/dengan-cara-islam-dunia-mudah-dalam.html

Dahulukan Akhirat maka Dunia Akan Mengikuti

Dahulukan Akhirat maka Dunia Akan Mengikuti

Terbukti, Allah Ta’ala Tidak Akan Pernah Menyengsarakan Hamba-Nya yang Bertakwa

Tepat setelah Ramadhan ada seorang yang bercerita kepada penulis: “Ramadhan tahun ini saya berpuasa, tidak seperti tahun lalu sibuk kerja akhirnya tidak puasa dan shalat, saya ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, saya relakan untuk berhenti kerja, karena pekerjaan tersebut membuat saya tidak shalat, tidak puasa, tidak dekat dengan Allah Ta’ala, saya ingin lebih berbakti kepada orangtua, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu membangkang, menganggap remeh perkataan orangtua, Alhamdulillah…Allah memberi petunjuk bisa mengisi Ramadhan dengan lebih beribadah, dan bakti kepada kedua orangtua, lebih mengetahui hakikat kehidupan dunia, meskipun ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati…”akankah saya mendapat pekerjaan?!”, ternyata setelah Ramadhan berlalu, jangankan mencari pekerjaan, bahkan saya ditawari…, bahkan dua pekerjaan sekaligus!! He he he, sampai bingung memilihnya…Alhamdulillah… semoga iman ini bisa istiqamah sampai ajal menjemput.”
Setelah mendengar cerita tersebut, saya teringat beberapa hal, semoga bermanfaat terutama bagi penulis dan juga saudara-saudaraku kaum muslim…

1. Terbuktikan…

Bahwa Allah Ta’ala tidak akan pernah menyengsarakan hamba-Nya yang taat kepada-Nya, jauh dari maksiat-Nya

{مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ } [المائدة: 6]

Artinya: ”Allah tidak hendak menyulitkan kamu”. QS. Al Maidah

{وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ } [الحج: 78]

Artinya: “dan Dia (Allah) sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” QS. Al Hajj: 78.

2. Terbuktikan…
Bahwa Allah tidak akan pernah menyengsarakan hamba-Nya di dalam syari’at-syari’at-Nya.

{ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ} [البقرة: 185]

Artinya: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” QS. Al Baqarah: 185.

3. Terbuktikan…
Kabar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa orang yang cita hidupnya adalah akhirat, maka niscaya dunia akan datang kepadanya dalam keadaan ia menolaknya…
Demi Allah! Itu semua terbukti sobat… bahkan dunia terasa didorong-dorong untuk mendekat kepada kita, dunia itu seakan dipaksa untuk mendekat kepada kita…walhamdulillah…

عَنْ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ قال: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا كُتِبَ لَهُ وَمَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِى قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِىَ رَاغِمَةٌ ».

Artinya: “Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang dunia adalah cita-citanya, niscaya Allah akan cerai beraikan usahanya, menjadikan kefakirannya di depan matanya dan tidaklah dunia sampai kepadanya kecuali yang telah dituliskan untuknya dan barangsiapa yang niatnya adalah akhirat, niscaya Allah akan menguatkan baginya usahanya dan menjadikan kekayaannya pada hatinya serta dunia mendatanginya dalam keadaan dipaksa.” HR. Ibnu Majah.

Tujuan dari tulisan ini adalah kembali mengingatkan kepada diri penulis dan saudarnya dari kaum muslim, bahwa:

{وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا} [الطلاق: 2، 3]

Artinya: “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.”

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” QS. Ath Thalaq: 2-3. Semoga bermanfaat. wallahu a’lam.

Ditulis oleh Ahmad Zainuddin
Ahad, 8 Syawwal 1433H, Dammam KSA.
Dakwah Sunnah

Sources : http://sangpelitafajar.blogspot.co.id/2012/08/dahulukan-akhirat-maka-dunia-akan.html

Kisah Setan yang Mengajarkan Ayat Kursi pada Abu Hurairah

Kisah Setan yang Mengajarkan Ayat Kursi pada Abu Hurairah

Tahukah kalian bahwa sahabat mulia Abu Hurairah pernah mendapat pengajaran ilmu dari setan? Dia pernah diajarkan ayat kursi dan diberitahukan manfaatnya oleh setan bahwa dengan membaca ayat kursi sebelum tidur, Allah akan memberikan penjagaan dan setan pun tidak mengganggu hingga pagi hari. Hal ini yang menunjukkan keutamaan ayat kursi.

Dalam Shahih Bukhari disebutkan kisah di atas secara lengkap sebagai berikut,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – قَالَ وَكَّلَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ ، وَقُلْتُ وَاللَّهِ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . قَالَ إِنِّى مُحْتَاجٌ ، وَعَلَىَّ عِيَالٌ ، وَلِى حَاجَةٌ شَدِيدَةٌ . قَالَ فَخَلَّيْتُ عَنْهُ فَأَصْبَحْتُ فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « يَا أَبَا هُرَيْرَةَ مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ الْبَارِحَةَ » . قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ شَكَا حَاجَةً شَدِيدَةً وَعِيَالاً فَرَحِمْتُهُ ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ . قَالَ « أَمَا إِنَّهُ قَدْ كَذَبَكَ وَسَيَعُودُ »

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mewakilkan padaku untuk menjaga zakat Ramadhan (zakat fitrah). Lalu ada seseorang yang datang dan menumpahkan makanan dan mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Demi Allah, aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu ia berkata, “Aku ini benar-benar dalam keadaan butuh. Aku memiliki keluarga dan aku pun sangat membutuhkan ini.” Abu Hurairah berkata, “Aku membiarkannya. Lantas di pagi hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku: “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga punya keluarga. Oleh karena itu, aku begitu kasihan padanya sehingga aku melepaskannya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali lagi.

فَعَرَفْتُ أَنَّهُ سَيَعُودُ لِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِنَّهُ سَيَعُودُ . فَرَصَدْتُهُ فَجَاءَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . قَالَ دَعْنِى فَإِنِّى مُحْتَاجٌ ، وَعَلَىَّ عِيَالٌ لاَ أَعُودُ ، فَرَحِمْتُهُ ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ فَأَصْبَحْتُ ، فَقَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « يَا أَبَا هُرَيْرَةَ ، مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ » . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ شَكَا حَاجَةً شَدِيدَةً وَعِيَالاً ، فَرَحِمْتُهُ فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ . قَالَ « أَمَا إِنَّهُ قَدْ كَذَبَكَ وَسَيَعُودُ »

Aku pun tahu bahwasanya ia akan kembali sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan. Aku pun mengawasinya, ternyata ia pun datang dan menumpahkan makanan, lalu ia mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu ia berkata, “Biarkanlah aku, aku ini benar-benar dalam keadaan butuh. Aku memiliki keluarga dan aku tidak akan kembali setelah itu.” Abu Hurairah berkata, “Aku pun menaruh kasihan padanya, aku membiarkannya. Lantas di pagi hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku: “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga punya keluarga. Oleh karena itu, aku begitu kasihan padanya sehingga aku melepaskannya pergi.” Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali lagi.

فَرَصَدْتُهُ الثَّالِثَةَ فَجَاءَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – ، وَهَذَا آخِرُ ثَلاَثِ مَرَّاتٍ أَنَّكَ تَزْعُمُ لاَ تَعُودُ ثُمَّ تَعُودُ . قَالَ دَعْنِى أُعَلِّمْكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهَا . قُلْتُ مَا هُوَ قَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ ، فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ فَأَصْبَحْتُ ، فَقَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ الْبَارِحَةَ » . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ زَعَمَ أَنَّهُ يُعَلِّمُنِى كَلِمَاتٍ ، يَنْفَعُنِى اللَّهُ بِهَا ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ . قَالَ « مَا هِىَ » . قُلْتُ قَالَ لِى إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ مِنْ أَوَّلِهَا حَتَّى تَخْتِمَ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) وَقَالَ لِى لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ ، وَكَانُوا أَحْرَصَ شَىْءٍ عَلَى الْخَيْرِ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ، تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ » . قَالَ لاَ . قَالَ « ذَاكَ شَيْطَانٌ »

Pada hari ketiga, aku terus mengawasinya, ia pun datang dan menumpahkan makanan lalu mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini sudah kali ketiga, engkau katakan tidak akan kembali namun ternyata masih kembali. Ia pun berkata, “Biarkan aku. Aku akan mengajari suatu kalimat yang akan bermanfaat untukmu.” Abu Hurairah bertanya, “Apa itu?” Ia pun menjawab, “Jika engkau hendak tidur di ranjangmu, bacalah ayat kursi ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum …‘ hingga engkau menyelesaikan ayat tersebut. Faedahnya, Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari.” Abu Hurairah berkata, “Aku pun melepaskan dirinya dan ketika pagi hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya padaku, “Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan suatu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa kalimat tersebut?” Abu Hurairah menjawab, “Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum’. Lalu ia mengatakan padaku bahwa Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatimu hingga pagi hari. Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” “Tidak”, jawab Abu Hurairah. Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia adalah setan.” (HR. Bukhari no. 2311).

Beberapa faedah dari hadits di atas:

1- Imam Bukhari membawakan hadits di atas dalam Bab “Jika seseorang mewakilkan pada orang lain (suatu barang), lalu yang diwakilkan membiarkannya (diambil), kemudian yang mewakilkan menyetujuinya setelah itu, maka itu boleh. Dan jika dia juga berniat meminjamkan hingga tempo tertentu, juga dibolehkan.”

2- Al Muhallab rahimahullah berkata, “Pelajaran yang bisa diambil dari judul bab, jika yang mewakilkan tidak menyetujuinya, maka orang yang diwakilkan tidak boleh melakukannya.”

3- Hadits ini menunjukkan bahwa zakat fitrah boleh dikumpulkan terlebih dahulu sebelum dibagikan. Sedangkan waktu penyalurannya adalah pada saat malam hari raya Idul Fithri.

4- Ketika pencuri dalam hadits tersebut mengadu pada Abu Hurairah tentang keadaannya yang sangat butuh, Abu Hurairah meninggalkannya. Jadi, seakan-akan Abu Hurairah meminjamkan zakat tersebut pada pencuri tadi hingga waktu tertentu, yaitu ditunaikan saat penyaluran zakat (saat malam Idul Fithri).

5- Boleh mengadukan suatu kemungkaran pada hakim.

6- Hadits ini menunjukkan bahwa jin itu ada yang miskin karena dalam riwayat Abu Mutawakkil sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar  disebutkan bahwa setan yang mencuri tersebut mengambil zakat fitrah tadi untuk dibagikan pada fuqoro’ (para fakir) dari kalangan jin.

7- Maksud dari bacaan yang diajarkan setan dapat membawa manfaat adalah jika diucapkan, maka setan laki-laki maupun perempuan tidak akan mengganggu atau mendekat sebagaimana disebutkan dalam riwayat Abu Mutawakkil yang dinukil oleh Ibnu Hajar.

8- Setan itu ada laki-laki dan perempuan.

9- Sifat seorang muslim adalah selalu membenarkan perkataan Nabinya. Lihatlah bagaimana Abu Hurairah begitu menaruh percaya pada perkataan Rasulnya bahwa besok pencuri tersebut akan datang.

10- Dalam riwayat Abu Mutawakkil disebutkan bahwa ayat kursi yang disebutkan dalam hadits dibaca ketika pagi dan petang. Sedangkan riwayat Bukhari di atas menyebutkan bahwa ayat kursi tersebut diamalkan sebelum tidur.

11- Hadits ini menunjukkan keutamaan (fadhilah) dari membaca Al Qur’an dan ayat kursi yaitu kita akan mendapatkan penjagaan Allah dan terlindung dari gangguan setan.

12- Para sahabat adalah orang yang paling semangat dalam melakukan kebaikan. Oleh karenanya, jika ada satu kebaikan yang tidak mereka lakukan, maka itu tanda amalan itu bukan kebaikan.

13- Setan itu asalnya pendusta.

14- Setan bisa saja mengajarkan sesuatu yang bermanfaat pada orang beriman.

15- Orang fajir (yang gemar maksiat) seperti setan kadang tidak membawa manfaat, lain waktu kadang membawa manfaat.

16- Bisa saja seseorang mengilmui sesuatu namun ia tidak mengamalkannya.

17- Bisa saja orang kafir itu benar dalam sesuatu yang tidak ditemui pada seorang muslim.

18- Orang yang biasa dusta bisa saja jujur pada satu waktu.

19- Setan bisa berubah wujud jadi manusia sehingga bisa dilihat.

20- Hadits ini juga menunjukkan bahwa jin juga memiliki makanan yang sama seperti manusia.

21- Jin bisa berbicara dengan bahasa yang digunakan manusia.

22- Jin bisa mencuri dan mengelabui orang lain.

23- Jin akan menyantap makanan yang tidak disebut nama Allah di dalamnya.

24- Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bisa mengetahui hal yang ghaib.

25- Boleh mengumpulkan zakat fitrah sebelum malam Idul Fithri.

26- Boleh menyerahkan zakat fitrah pada wakil untuk menjaga dan menyalurkannya.

27- Dari mana pun ilmu, dari setan sekali pun boleh diterima. Asalkan diketahui bahwa itu benar atau ada bukti benarnya. Namun jika tidak diketahui bukti benarnya, maka tidak boleh mengambil ilmu dari penjahat atau ahli maksiat.

Faedah berharga di atas, kami kembangkan dan ringkaskan dari penjelasan Ibnu Hajar Al Asqolani dalamFathul Bari, 6: 487-490.

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.

Referensi:

Fathul Bari bi Syarh Shahih Al Bukhari, Ibnu Hajar Al Asqolani, terbitan Dar Thiybah, cetakan keempat, tahun 1432 H

Selesai disusun di pagi hari, 29 Syawal 1434 H @ Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang-Gunungkidul

Artikel www.rumaysho.com

Sources : http://rumaysho.com/3600-kisah-setan-yang-mengajarkan-ayat-kursi-pada-abu-hurairah.html

Menyoal Pacaran Islami

Menyoal Pacaran Islami

Sebagian pemuda-pemudi kaum muslimin terbetik dalam hatinya keinginan untuk berpacaran namun dengan model yang berbeda dengan ‘pacaran konvensional’ yang mereka istilahkan sebagai “pacaran islami”. Sebenarnya, bolehkah ber-“pacaran islami” itu?

13 February 2014
9369 8
pacaran-tak-ada-dalam-islam

Ditengah hingar bingar perayaan hari Valentine yang digandrungi banyak anak muda sekarang, terselip di dalamnya ajakan untuk berpacaran. Dari sini, sebagian pemuda-pemudi kaum muslimin terbetik dalam hatinya keinginan untuk berpacaran namun dengan model yang berbeda dengan ‘pacaran konvensional’ yang mereka istilahkan sebagai “pacaran islami”. Sebenarnya, bolehkah ber-“pacaran islami” itu?

Makna Pacaran Islami

Syaikh Shalih Al Fauzan hafizhahullah dalam salah satu ceramahnya pernah mengatakan bahwa, “sesuatu yang dinisbatkan kepada Islam artinya ia dia diajarkan oleh Islam atau memiliki landasan dari Islam”. Oleh karena itu, istilah ‘pacaran islami’ sendiri sejatinya tidak benar karena Islam tidak pernah mengajarkan pacaran dan tidak ada landasan pacaran Islami dalam syariat. Bahkan sebaliknya, ajaran Islam melarang kegiatan-kegiatan yang ada dalam pacaran, atau singkatnya, Islam melarang pacaran.

Pacar sendiri secara bahasa artinya,

pa·car n teman lawan jenis yg tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih; kekasih;
ber·pa·car·an v bercintaan; berkasih-kasihan; (Sumber: KBBI)

Sehingga kita definisikan pacaran Islami adalah kegiatan bercintaan atau berkasih-kasihan yang sedemikian rupa dipoles sehingga terkesan sesuai dengan ajaran Islam. Dalam prakteknya, batasan pacaran Islami pun berbeda-beda menurut pelakunya. Diantara mereka ada yang beranggapan pacaran Islami itu adalah aktifitas pacaran selama tidak sampai zina, ada juga yang beranggapan ia adalah aktifitas pacaran selama tidak bersentuhan, atau pacaran selama tidak dua-duaan, dan yang lainnya. Insya Allah, akan kita bahas beberapa model “pacaran islami” yang banyak beredar.

Hal-Hal Yang Dilarang Dalam Pacaran

‘Pacaran’ bukanlah istilah yang ada dalam khazanah Islam. Maka memang tidak ditemukan dalil yang bunyinya “janganlah kalian pacaran” atau “pacaran itu haram” atau semisalnya. Dan dalam kitab para ulama terdahulu pun tidak ada bab mengenai pacaran. Lalu mengapa kita bisa katakan Islam melarang pacaran? Karena jika kita melihat realita, tidak bisa dipungkiri bahwa dalam pacaran terdapat kegiatan-kegiatan atau hal-hal yang dilarang dalam Islam, yaitu:

1. Zina atau mendekatinya

Zina sudah jelas terlarang dalam Islam, Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al Isra’: 32)

As Sa’di menyatakan: “larangan mendekati zina lebih keras dari pada sekedar larangan berbuat zina, karena larangan mendekati zina juga mencakup seluruh hal yang menjadi pembuka peluang dan pemicu terjadinya zina” (Tafsir As Sa’di, 457). Maka ayat ini mencakupjima’ (hubungan seks), dan juga semua kegiatan percumbuan, bermesraan dan kegiatan seksual selain hubungan intim (jima’) yang dilakukan pasangan yang tidak halal.

Dan zina itu merupakan dosa besar, pezina yang muhshan dijatuhi hukuman rajam hingga mati. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لا يحل دم امرئ مسلم ، يشهد أن لا إله إلا الله وأني رسول الله ، إلا بإحدى ثلاث : النفس بالنفس ، والثيب الزاني ، والمفارق لدينه التارك للجماعة

Seorang muslim yang bersyahadat tidak halal dibunuh, kecuali tiga jenis orang: ‘Pembunuh, orang yang sudah menikah lalu berzina, dan orang yang keluar dari Islam‘” (HR. Bukhari no. 6378, Muslim no. 1676).

Memang tidak semua yang berpacaran itu pasti berzina, namun tidak berlebihan jika kita katakan bahwa pacaran itu termasuk mendekati zina, karena dua orang sedang yang berkencan atau berpacaran untuk menuju ke zina hanya tinggal selangkah saja.

Dan perlu diketahui juga bahwa ada zina secara maknawi, yang pelakunya memang tidak dijatuhkan hukuman rajam atau cambuk namun tetap diancam dosa karena merupakan pengantar menuju zina hakiki. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إن اللهَ كتب على ابنِ آدمَ حظَّه من الزنا ، أدرك ذلك لا محالةَ ، فزنا العينِ النظرُ ، وزنا اللسانِ المنطقُ ، والنفسُ تتمنى وتشتهي ، والفرجُ يصدقُ ذلك كلَّه أو يكذبُه

sesungguhnya Allah telah menakdirkan bahwa pada setiap anak Adam memiliki bagian dari perbuatan zina yang pasti terjadi dan tidak mungkin dihindari. Zinanya mata adalah penglihatan, zinanya lisan adalah ucapan, sedangkan nafsu (zina hati) adalah berkeinginan dan berangan-angan, dan kemaluanlah yang membenarkan atau mengingkarinya” (HR. Al Bukhari 6243).

Ibnu Bathal menjelaskan: “zina mata, yaitu melihat yang tidak berhak dilihat lebih dari pandangan pertama dalam rangka bernikmat-nikmat dan dengan syahwat, demikian juga zina lisan adalah berlezat-lezat dalam perkataan yang tidak halal untuk diucapkan, zina nafsu (zina hati) adalah berkeinginan dan berangan-angan. Semua ini disebut zina karena merupakan hal-hal yang mengantarkan pada zina dengan kemaluan” (Syarh Shahih Al Bukhari, 9/23).

2. Bersentuhan dengan lawan jenis

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya (bukan mahramnya)” (HR. Ar Ruyani dalam Musnad-nya, 2/227,dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, 1/447).

Hadits ini jelas melarang menyentuh wanita yang bukan mahram secara mutlak, baik dengan syahwat maupun tanpa syahwat.

Imam Nawawi berkata: “Ash-hab kami (para ulama syafi’iyyah) berkata bahwa setiap yang diharamkan untuk dipandang maka haram menyentuhnya. Dan terkadang dibolehkan melihat (wanita ajnabiyah) namun haram menyentuhnya. Karena boleh memandang wanita ajnabiyah dalam berjual beli atau ketika ingin mengambil atau memberi sesuatu ataupun semisal dengannya. Namun tetap tidak boleh untuk menyentuh mereka dalam keadaan-keadaan tersebut” (Al Majmu’: 4/635).

Maka kegiatan bergandengan tangan, merangkul, membelai, wanita yang bukan mahram adalah haram hukumnya. Kegiatan-kegiatan ini pada umumnya dilakukan oleh orang yang berpacaran.

3. Berpandangan-pandangan dengan lawan jenis

Lelaki mukmin dan wanita mukminah diperintahkan oleh Allah untuk saling menundukkan pandangan, maka jika sengaja saling memandang malah menyelisihi 180 derajat perintah Allah tersebut. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (٣٠) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An Nur: 30-31).

Lelaki muslim dilarang memandang wanita yang tidak halal baginya dengan sengaja, baik dengan atau tanpa syahwat. Jika dengan syahwat atau untuk bernikmat-nikmat maka lebih terlarang lagi. Adapun jika tidak sengaja maka tidak masalah. Dari Jarir bin Abdullahradhiyallahu‘anhu berkata,

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى

.

“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Beliau memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku” (HR. Muslim no. 2159).

Beliau juga bersabda dalam hadits yang telah lalu:

فزنا العينِ النظرُ

zina mata adalah memandang

Adapun wanita muslimah, dilarang memandang lelaki dengan syahwat dan boleh memandang lelaki jika tanpa syahwat. Karena terdapat hadits dalam Shahihain:

أن عائشة رضي الله عنها كانت تنظر إلى الحبشة وهم يلعبون ، وكان النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يسترها عنهم

Aisyah Radhiallahu’anha pernah melihat orang-orang Habasyah bermain di masjid dan Nabi Shalallahu’alahi Wasallam membentangkan sutrah agar mereka tidak melihat ‘Aisyah“. (Muttafaqun ‘alaih)

Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan, “mengenai wanita yang memandang lelaki tanpa syahwat dan tanpa bernikmat-nikmat, sebatas apa yang di atas pusar dan di bawah paha, ini tidak mengapa. Karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengizinkan ‘Aisyah melihat orang-orang Habasyah. Karena para wanita itu juga selalu pergi ke pasar yang di dalamnya ada lelaki dan wanita. Mereka juga shalat di masjid bersama para lelaki sehingga bisa melihat para lelaki. Semua ini hukumnya boleh. Kecuali mengkhususkan diri dalam memandang sehingga terkadang menimbulkan fitnah atau syahwat atau berlezat-lezat, yang demikian barulah terlarang” (Fatawa Nurun ‘alad Darb, http://www.binbaz.org.sa/mat/11044).

Namun yang lebih utama adalah berusaha menundukkan pandangan sebagaimana diperintahkan dalam ayat. Nah, padahal dalam pacaran, hampir tidak mungkin tidak ada syahwat diantara kedua pasangan. Dan ketika saling memandang, hampir tidak mungkin mereka saling memandang tanpa ada syahwat. Andaipun tanpa syahwat, dan ini kecil kemungkinannya, maka tetap haram bagi si lelaki dan tidak utama bagi si wanita.

4. Khulwah

Khulwah maksudnya berdua-duaan antara wanita dan lelaki yang bukan mahram. Para ulama mengatakan, “yang dimaksud dengan khulwah yang terlarang adalah jika wanita berduaan dengan lelaki di suatu tempat yang aman dari hadirnya orang ketiga” (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah).

Khulwah haram hukumnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ

Tidak boleh seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali dengan ditemani mahramnya” (HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341).

Imam An Nawawi berkata: “adapun jika lelaki ajnabi dan wanita ajnabiyah berduaan tanpa ada orang yang ketiga bersama mereka, hukumnya haram menurut ijma ulama. Demikian juga jika ada bersama mereka orang yang mereka berdua tidak malu kepadanya, semisal anak-anak kecil seumur dua atau tiga tahun, atau semisal mereka, maka adanya mereka sama dengan tidak adanya. Demikian juga jika para lelaki ajnabi berkumpul dengan para wanita ajnabiyyah di suatu tempat, maka hukumnya juga haram” (Syarh Shahih Muslim, 9/109).

Berduaan adalah hal yang hampir tidak bisa lepas dari yang namanya pacaran, bahkan terkadang orang yang berpacaran sengaja mencari tempat yang sepi dan tertutup dari pandangan orang lain. Ini jelas merupakan keharaman. Wallahul musta’an.

5. Wanita melembutkan suara

Wanita muslimah dilarang melembutkan dan merendahkan suaranya di depan lelaki yang bukan mahram, yang berpotensi menimbulkan sesuatu yang tidak baik di hati lelaki tersebut, berupa rasa kasmaran atau pun syahwat. Allah Ta’ala berfirman:

فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا

maka janganlah kamu menundukkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik” (QS. Al Ahzab: 32)

Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini: “’janganlah kamu menundukkan suara‘, As Suddi dan para ulama yang lain menyatakan, maksudnya adalah melembut-lembutkan perkataan ketika berbicara dengan lelaki. Oleh karena itu Allah berfirman ‘sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya‘ maksudnya hatinya menjadi rusak” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/409). Dan bisa jadi hal ini juga termasuk zina dengan lisan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits.

Termasuk juga dalam ayat ini, cara berbicara yang terdengar menggemaskan, atau dengan intonasi tertentu, atau desahan atau hiasan-hiasan pembicaraan lain yang berpotensi membuat lelaki yang mendengarkan tergoda, timbul rasa suka, kasmaran atau timbul syahwat. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa ini terjadi dalam pacaran.

6. Wanita safar tanpa mahram

Sebagaimana dilarang berduaan antara lelaki dengan wanita yang bukan mahram, juga diharamkan seorang wanita bersafar (bepergian jauh) dengan lelaki yang bukan mahram tanpa ditemani mahramnya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لا تُسافِرُ المرأةُ ثلاثةَ أيامٍ إلا مع ذِي مَحْرَمٍ

seorang wanita tidak boleh bersafar tiga hari kecuali bersama mahramnya” (HR. Bukhari 1086, Muslim 1338)

Beliau juga bersabda:

لا يخلوَنَّ رجلٌ بامرأةٍ إلا ومعها ذو محرمٍ . ولا تسافرُ المرأةُ إلا مع ذي محرمٍ

Tidak boleh seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali dengan ditemani mahramnya, dan tidak boleh seorang wanita bersafar kecuali bersama mahramnya” (HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341).

Dan hal ini seringkali terjadi pada orang-orang yang berpacaran, mereka bersafar berduaan saja tanpa ditemani mahramnya.

7. Penyakit Al ‘Isyq

Dari semua hal yang di atas yang tidak kalah berbahaya dan bersifat destruktif dari pacaran adalah penyakit al isyq. Makna al isyq dalam Al Qamus Al Muhith:

عُجْبُ المُحِبِّ بمَحْبوبِه، أو إفْراطُ الحُبِّ، ويكونُ في عَفافٍ وفي دَعارةٍ، أو عَمَى الحِسِّ عن إدْراكِ عُيوبِهِ، أو مَرَضٌ وسْواسِيٌّ يَجْلُبُه إلى نَفْسِه بتَسْليطِ فِكْرِهِ على اسْتِحْسانِ بعضِ الصُّوَر

“kekaguman seorang pecinta pada orang yang dicintainya, atau terlalu berlebihan dalam mencinta, terkadang (kekaguman itu) pada kehormatan atau pada kemolekan, atau menjadi buta terhadap aib-aibnya, atau timbulnya kegelisahan yang timbul dalam jiwanya yang memenuhi pikirannya dengan gambaran-gambaran indah (tentang yang dicintainya)”.

Singkat kata, al ‘isqy adalah mabuk asmara; kasmaran; kesengsem (dalam bahasa Jawa). Al Isyq adalah penyakit, bahkan penyakit yang berbahaya. Ibnul Qayyim mengatakan: “ini (al isyq) adalah salah satu penyakit hati, penyakit ini berbeda dengan penyakit pada umumnya dari segi dzat, sebab dan obatnya. Jika penyakit ini sudah menjangkiti dan masuk di hati, sulit mencari obatnya dari para tabib dan sakitnya terasa berat bagi orang yang terjangkiti” (At Thibbun Nabawi, 199). Orang yang terjangkit al ‘isyq juga biasanya senantiasa membayangkan dan mengidam-idamkan pujaannya, padahal ini merupakan zina hati sebagaimana disebutka dalam hadits.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa betapa al isyq banyak menjerumuskan pria shalih menjadi pria bejat, wanita shalihah menjadi wanita bobrok. Betapa virus cinta ini membuat orang berani menerjang hal-hal yang diharamkan, berani melakukan hal-hal yang tabu dan malu untuk dilakukan, sampai-sampai ada pepatah “cinta itu buta”, buta hingga aturan agama pun tidak dilihatnya, juga pepatah “karena cinta, kotoran ayam rasanya coklat” sehingga yang buruk, yang memalukan yang membinasakan pun terasa indah bagi orang yang terjangkit al isyq.

Dari al isyq ini akan timbul perbuatan-perbuatan buruk lain yang bahkan bisa lebih parah dari poin-poin yang disebutkan di atas. Bukankah kita ingat kisah Nabi Yusuf yang ketampanannya membuat Zulaikha kasmaran? Ia tidak menahan padangan dan dalam hatinya tumbuh penyakit al isyq. Apa akibatnya? Ia mengajak Yusuf berzina.

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلا أَنْ رَأى بُرْهَانَ رَبِّهِ ‏كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan zina) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukannya pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih” (QS. Yusuf: 24).

Seorang yang kasmaran, akan selalu teringat si ‘dia’. Bahkan ketika beribadah pun ingat si ‘dia’, melakukan kebaikan pun demi si ‘dia’. Allah diduakan. Ibadah bukan karena Allah, dakwah pun tidak ikhlas, ikut taklim karena ada si ‘dia’, sibuk mengurus dakwah karena bertemu si ‘dia’. Tidak jarang gara-gara penyakit al isyq, seseorang datang ke dukun lalu berbuat kesyirikan, tidak jarang pula yang saling membunuh, atau bunuh diri. Wallahul musta’an.

Oleh karena itulah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mewanti-wanti kita terhadap hal ini, beliau bersabda:

ما تَركتُ بَعدي فِتنَةً أضرَّ على الرجالِ منَ النساءِ

Tidaklah ada sepeninggalku fitnah (cobaan) yang paling berbahaya bagi lelaki selain fitnah (cobaan) terhadap wanita” (HR. Al Bukhari 5096, Muslim 2740)

Beliau juga bersabda:

إن الدنيا حلوةٌ خضرةٌ . وإن اللهَ مستخلفُكم فيها . فينظرُ كيف تعملون . فاتقوا الدنيا واتقوا النساءَ . فإن أولَ فتنةِ بني إسرائيلَ كانت في النساءِ

Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau. Dan Allah telah mempercayakan kalian untuk mengurusinya, Sehingga Allah melihat apa yang kalian perbuatan (disana). Maka berhati-hatilah kalian dari fitnah (cobaan) dunia dan takutlah kalian terhadap fitnah (cobaan) wanita. Karena sesungguhnya fitnah (cobaan) pertama pada Bani Isra’il adalah cobaan wanita” (HR Muslim 2742)

Model-Model Pacaran Islami

1. Sebagaimana pacaran biasa, selama tidak zina

Sebagian pemuda-pemudi yang minim ilmu agama, menyangka bahwa hanya zina yang terlarang dalam etika berhubungan antara lelaki dan wanita. Sehingga mereka menganggap pacaran dengan model seperti pacaran biasa, sering berkencan, berduaan, intens berkomunikasi, berangkulan, bergandengan tangan, safar bersama, dan lainnya selama tidak sampai zina itu sudah Islami. Tentu saja ini anggapan yang keliru dan pacaran model ini terlarang karena mengandung hal-hal yang dilarang pada poin 2 – 7.

2. Sebagaimana pacaran biasa, tapi berkomitmen untuk tidak saling bersentuhan

Model pacaran seperti banyak berkembang diantara pemuda-pemudi muslim yang awam agama namun sudah sedikit memahami bahwa saling bersentuhan antara yang bukan mahram itu haram. Namun mereka tetap sering jalan bersama, sering berkencan, berduaan, safar bersama, dan komunikasi dengan sangat intens. Memang terkadang sang wanita suka mengingatkan sang lelaki untuk menunaikan shalat bahkan terkadang mereka berkencan di masjid. Mereka menganggap ini sudah Islami. Tentu yang seperti ini pun terlarang karena karena mengandung hal-hal yang dilarang pada poin 3 – 7.

3. Pacaran tanpa suka berduaan, tapi ditemani teman

Model pacaran jenis ini mirip dengan model nomor 2 hanya saja biasanya ketika berkencan mereka berdua ditemani temannya yang lain, yang bukan mahram juga. Mereka juga menjaga diri untuk tidak bersentuhan. Sayangnya pacaran model ini banyak ditemukan di beberapa pondok pesantren juga banyak ‘dipromosikan’ oleh film-film dan sinetron religi di bisokop dan televisi. Sampai-sampai kadang digambarkan ada ustadz lulusan timur tengah yang berilmu,kesengsem dengan murid wanitanya di majelis taklim, mereka saling berpandangan tersipu lalu berlanjut ke model pacaran yang seperti ini. Wallahul musta’an.

Orang yang berpacaran model ini pun tidak ubahnya dengan orang pacaran pada umumnya, mereka sering bertemu, mereka saling berpandangan, saling merayu, memberi perhatian, sang wanita melembutkan suara, Mereka menyangka asalkan tidak khulwah maka tidak mengapa. Padahal jika yang menemani adalah lelaki, maka haram sebagaimana yang dijelaskan An Nawawi. Jika yang menemani adalah wanita muslimah lain, maka tetap saja pacaran ini terlarang karena mengandung hal-hal pada poin 3, 5, 7 dan terkadang 6.

4. Tidak suka berduaan, namun intens berkomunikasi

Model pacaran seperti ini banyak terjadi di kalangan pemuda aktifis dakwah. Para ikhwah aktifis dakwah sejatinya dididik untuk membatasi diri dari para akhawatnya. Misalnya mereka menundukkan pandangan jika bertemu atau dibatasi hijab ketika rapat. Namun seringnya bertemu dan berinteraksi dalam aktifitas dakwah mereka memunculkan rasa-rasa yang tidak sehat. Pepatah jawa mengatakan ‘witing tresno jalaran soko kulino‘, timbulnya cinta karena sering (terbiasa) berinteraksi.

Tentu mereka tidak suka berkencan atau bahkan berduaan. Namun virus merah jambu senantiasa menjangkiti lewat komunikasi yang begitu intens. Terkadang itu terselip lewat untaian nasehat, mengingatkan ibadah, memberi semangat, bertanya kabar, bertanya agenda dakwah, baik via SMS, via telepon, surat, email, facebook atau lainnya. Ini adalah pacaran terselubung. Jangan kira bahwa ini sah-sah saja, sang akhwat jika sudah terjangkiti virus ini biasanya akan melembutkan suaranya kepada sang ikhwan. Baik secara lisan, maupun via bahasa-bahasa tulisannya yang ‘renyah’. Dan yang paling penting, dari pacaran model ini tetap muncul penyakit al isyq yang sangat berbahaya serta juga zina lisan dan hati.

5. Saling berjanji untuk menikah

Pacaran model ini mungkin berbeda dengan model-model sebelumnya. Namun juga banyak terjadi pada aktifis dakwah dan para pemuda-pemudi yang sebenarnya punya semangat dalam beragama. Dua sejoli yang melakukannya bisa jadi tidak bertemu, tidak suka berduaan, bahkan mungkin mereka membatasi komunikasi. Namun si ikhwan menjanjikan bahwa ia akan menikahi sang akhwat pada suatu masa, mungkin tahun depan, 5 tahun lagi, setelah lulus, setelah bekerja, atau lainnya. Walaupun andaikan tidak ada aktifitas fisik diantara mereka, minimal penyakit al isyq menjangkiti ditambah zina hati. Maka ini pun jenis pacaran yang terselubung dan hendaknya ditinggalkan.

Solusi Pacaran Islami

Jika ada pacaran yang Islami, maka itu hanya bisa terjadi setelah menikah. Karena menikah adalah solusi terbaik bagi orang yang hatinya bergejolak haus akan cinta, juga solusi bagi dua orang yang sudah terlanjur terjangkit penyakit al isqy. Nabi shallallahu‘alaihi wa sallambersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Wahai para pemuda, barangsiapa yang sudah sanggup menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu obat pengekang nafsunya

Bagi yang sudah terlanjur pacaran, segeralah bertaubat, dan segeralah menikah. Dan kami tidak mengatakan bahwa hendaknya segera menikahi dengan sang pacar. Karena memilih pasangan yang benar adalah yang dapat mengantarkan anda kepada ridha Allah, belum tentu syarat itu dimiliki pacar anda yang sekarang. Carilah pasangan yang shalih dan shalihah. Jika belum mampu menikah maka segeralah bertaubat dan putuskan hubungan pacaran serta perbanyaklah berpuasa.

Syaikh Khalid bin Bulihid hafizhahullah menasehatkan pemuda yang terjangkiti penyakit isyq dengan beberapa hal:

  1. Menjaga shalat dengan khusyu dan penuh tadabbur, serta memperbanyak shalat sunnah
  2. Memperbanyak doa kepada Allah:
    yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinik, yaa mushorrifal quluub, shorrif qalbii ilaa thoo’atik wa thoo’ati rosuulik
    (wahai Dzat yang membolak-balik hati, kokohkan hatiku untuk menjalani agama-Mu, wahai Dzat yang mencondongkan hati, condongkanlah hatiku untuk menaati-Mu dan Rasul-Mu)
    karena ketika doa ini sudah dibiasakan dan anda merendahkan diri anda di hadapan Allah, maka Allah akan mencondongkan hati anda dalam keistiqomahan menjalankan agama-Nya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

    كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاء إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

    Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih” (QS. Yusuf: 24)

  3. Menjauhkan diri dari hal-hal yang mengingatkan anda pada sang pacar, baik itu tempat, surat, mendengarkan suaranya, atau hal-hal lain yang mengembalikan memori anda sehingga rasa itu timbul kembali. Menjauhkan diri dari itu semua adalah dengan mengacuhkan semua itu, dan semakin sedikit hal-hal yang diingat dari sang pacar maka semakin sedikit pengaruh al isyq di hati.
  4. Memperbanyak tilawah Al Qur’an dan berdzikir. Juga memperbanyak tadabbur dan tafakkur. Karena jika hati disibukkan untuk mencintai Allah dan mengingat Allah, ia akan teralihkan cinta kepada makhluk dan dari bergantungnya hati kepada makhluk.
  5. Lebih banyak memperhatikan keadaan dunia dan keadaan di akhirat kelak, dan apa-apa yang Allah persiapkan untuk orang yang bersabar. Yaitu para penduduk surga dan nikmat-nikmat yang mereka dapatkan. Dengan memikirkan hal ini seorang hamba akan zuhud terhadap dunia dan ia akan menyadari bahwa hal-hal duniawi itu akan hilang dan berlalu tidak sebagaimana perkara akhirat. Maka tidak layak kita menyandarkan jiwa dan menggantungkan hati kepada hal-hal duniawi yang akan sirna itu.
  6. Saya nasehatkan kepada anda untuk bersungguh-sungguh mencari istri yang shalihah dalam beragama, cantik rupanya, bagus akhlaknya. Jika anda menemukannya maka mintalah pertolongan kepada Allah untuk menikahinya. Jangan sia-siakan masa muda anda, dan jangan bimbang untuk mengambil sikap ini. Pernikahan akan menghiasi hari-hari anda, memenuhi rasa haus anda akan kasih sayang dan melupakan masa lalu anda.
    (sumber: http://www.saaid.net/Doat/binbulihed/f/072.htm)

Semoga bermanfaat. Wabillahi At Taufiq Wa Sadaad

Penulis: Yulian Purnama

Artikel Muslim.Or.Id

Sources : http://muslim.or.id/20116-menyoal-pacaran-islami.html