Perang Saudara Yaman

Perang Saudara Yaman adalah sebuah perang yang terjadi di Yaman Utara antara Kerajaan Yaman dan Republik Yaman dari tahun 1962 sampai tahun 1970. Faksi republiklah yang akhirnya mendapat kekuatan. Kerajaan Yaman mendapat dukungan dari Arab Saudi, dimana faksi Republik didukung oleh Mesir dan Uni Soviet. Pertempuran ini banyak emnggunakan masyarakat dalam pertarungan.

Referensi

  • Oren, Michael B. (2002). Six Days of War: June 1967 and the Making of the Modern Middle East. USA: Oxford University Press. hlm. relevant pages: 7–13, 39, 40. ISBN 0-19-515174-7.

Sources : http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Saudara_Yaman

Pertempuran Terus Terjadi di Kota Aden, Yaman

Aden, CNN Indonesia — Para pejuang Yaman yang setia pada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi terlibat pertempuran dengan para pejuang Houthi yang didukung Iran di pusat kota Aden yang merupakan basis terakhir presiden yang kini sudah berada di luar negeri itu.

Pendukung setia Hadi di kota pelabuhan itu melaporkan pertempuran di pusat kota yang menewaskan tiga orang, dan mengatakan berhasil merebut kembali bandara yang sudah beberapa kali berpindah tangan dalam beberapa hari terakhir.

Kementerian Kesehatan, yang setia pada para pejuang Houthi yang kini menguasai ibukota, mengatakan serangan udara pimpinan Arab Saudi semalam telah menewaskan 35 orang dan melukai 88 lainnya. Angka ini tidak bisa dikonfirmasi secara independen.

Para pejuang Houthi, yang mewakili kelompok minoritas Syiah yang berjumlah sepertiga dari populasi Yaman, tampil sebagai pihak terkuat di negara termiskin Semenanjung Arab ini tahun lalu ketika mereka merebut ibukota Sanaa.

Arab Saudi mengumpulkan negara-negara Arab Sunni dalam serangan udara untuk mendukung Hadi, yang pindah ke Aden pada Februari lalu dan sekarang berada di Riyadh setelah meninggalkan Yaman seminggu terakhir ini.

Pertempuran ini menyebabkan perang saudara yang sudah kacau dan menjadi medan pertempuran bagi pesawat tak berawak AS yang mensasar al Qaidah.

Sementara para pejuang Houthi dan sekutu militernya terus memperluas wilayah kekuasaan setelah serangan udara pertama kali dilakukan pada Kami, mereka tampaknya mengalami kekalahan di tiga wilayah – di wilayah pemukiman Aden, di provinsi Dhalea dan provinsi Shabwa.

Di Shabwa, sumber-sumber suku setempat mengatakan mereka membunuh 30 pejuang Houthi dalam pertempuran dengan milisi Syiah dan sekutu militernya di satu pangkalakan militer.

Pesawat tempur koalisi pimpinan Arab Saudi menyerang sasaran-sasaran militer di bandara di ibukota Sanaa dan Hodeida, pelabuhan terbesar di Laut Merah.

Di kota Saada, basis kuat Houthi dekat perbatasan Arab Saudi, serangan udara menghantam pangkalam militer Houthi milik milisi dan sekutunya yaitu mantan Presiden Ali Abdullah Saleh yang masih mengendalikan sebagian besar unit militer.

Saleh mengundurkan diri setelah perlawanan rakyat pada 2011 tetapi masih memiliki pengarih besar di Yaman.

Pada Sabtu (28/3) dia meminta para pemimpin Arab yang bertemu di Mesir untuk menghentikan serangan udara empat hari dan memulai kembali perundingan transisi politik di Yaman dan berjanji bahwa dia dan keluarganya tidak akan mencoba menjadi presiden lagi.

Akan tetapi Menteri Luar Negeri Hadi Riyadh Yaseen menyebut pernyataan itu sebagai “pernyataan orang yang kalah”.

Intervensi militer Arab Saudi ini merupakan front terbaru dalam perebutan kekuasaan dengan iran di Wilayah, peperangan antara keduanya yang mempergunakan pihak ketiga juga terjadi di Suriah, Irak dan Lebanon.

Iran menyangkal tuduhan dari para penguasa negara Teluk Sunni bahwa negara itu mempersenjatai Houthi yang menganut cabang Zaidi dalam Syiah Islam.

Syiah Zaidi memimpin kerajaan di Yaman selama seribu tahun hingga 1962. Mantan pemimpin Yaman Saleh sendiri merupakan anggota sekte ini dan dia sempat mencoba menghancurkan Houthi ketika berkuasa, tetapi kemudian bersekutu ketika disingkirkan.

Pertempuran di Aden

Pertempuran hebat terjadi di tujuh pronvisi selatan dan timur antara Houthi dan militer pro Saleh melawan suku-suku Islam Sunni, pihak yang setia pada Hadi dan kelompok separatis selatan.

Pejuang yang setia pada Hadi mengatakan berhasil merebut kembali bandara Aden setelah bertempur semalaman.

Pertempuran sengit di wilayah ini membuat para diplomat asing harus dievakuasi dari kota itu dengan mempergunakan kapal, dan dibawa dengan kapal perang Arab Saudi ke pelabuhan Jeddah di Laut Merah.

Seorang pejabat pelabuhan Aden mengatakan satu kapal perang Tiongkok telah berlabuh untuk mengevakuasi diplomat dan pekerja asing Tiongkok.

Dalam pernyataan kepada para pemimpin negara Arab yang berunding di Mesir, Saleh meminta koalisi pimpinan Arab saudi untuk menghentikan “agresi dan kembali ke meja perundingan”, dengan mengatakan bahwa Hadi gagal memerintah negara itu.

“Mari berdialog dan adakan pemilu, saya berjanji bahwa saya atau kelaurga saya tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden.”

Di depan umum, para pejabat Arab Saudi dan Yaman yang setia pada Hadi tampaknya tidak mengindahkan Saleh. Raja Arab Saudi Salman mengatakan kepada pertemuan puncak Arab bahwa operasi militer akan berjalan hingga tujuan tercapai.

Seorang diplomat di Teluk mengatakan belum jelas tujuan serangan militer itu. “Tidak ada visi politik bagi proses ini. Merekat tidak tahu bentuk akhirnya.” katanya.

“Mereka bahkan tidak menentukan ukuran kemenangan mereka”. (yns)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s