Contoh Akhlak Agung Nabi Muhammad SAW

Rasul

BERLIAN-BERLIAN KEPRIBADIAN

NABI MUHAMMAD SAW

Oleh : BUDDY RAHMADINOVICH

BERLIAN PERTAMA

Rasulullah yang agung ini hidup zuhud luar biasa. Ia ikhlas tidur diatas tikar kasar hingga garis tikar tadi membekas sepanjang punggungnya. Bahkan tak jarang ia mengikatkan beberapa batu ke perut untuk menahan rasa laparnya. Ketika Tuhan menawarkan kekayaan dunia, Nabi berakhlak paling mulia ini lebih memilih hidup zuhud dan sederhana.

Rasulullah bersabda:

“Tuhanku menawarkan kepadaku bukit-bukit di Mekkah

untuk dijadikan sebagai emas.

Lalu saya menjawab:

”Hamba tidak mengharapkan itu semua wahai Tuhanku.

Akan tetapi, saya lebih senang

sehari lapar dan sehari kenyang.

Tatkala kenyang,

saya memuliakan dan bersyukur kepada-Mu.

Sementara tatkala saya lapar,

saya merendah dan berdoa kepada-Mu.”

(HR. Ahmad)

BERLIAN KEDUA

Perhatian dan keperdulian Beliau kepada para sahabatnya seperti matahari menyinari bumi. Jika ia tak melihat sahabatnya selama tiga hari, ia akan menanyakan keadaannya. Ketika sang sahabat tidak ada di rumah, beliau mendo’akannya. Sementara bila sang sahabat sedang berada di rumah, beliau mengunjunginya.

BERLIAN KETIGA

Kemulian akhlaknya bak rembulan di kegelapan malam. Beliau sangat menghormati dan menyayangi tetangga.Tidak ada yang meminta kepadanya, kecuali beliau mengabulkannya. Beliau tidak berbincang dengan seseorang, kecuali disertai harapan kebaikan baginya. Beliau juga sangat menghormati wanita dan menyayangi anak-anak. Jika berpapasan dengan sekumpulan kaum wanita, beliau akan mengucapkan salam terlebih dahulu pada mereka. Ia juga mengucapkan salam pada anak-anak belia.

BERLIAN KEEMPAT

Rasulullah Yang mulia dan kesayangan Tuhan ini seorang yang rendah hati serta tak pernah diam berpangku tangan. Beliau menambal sandalnya, menjahit sendiri pakaiannya, memerah susu kambing peliharaannya dan mengerjakan sendiri semua keperluannya.

BERLIAN KELIMA

Beliau adalah suami paling manis dan romantis perlakuan pada istri-istrinya. Ini seperti digambarkan Aisyah dengan indah:

“Para tentara berkumpul dan menari di mesjid pada hari raya.

Lalu Nabi memanggilku.

Saya menyandarkan kepala saya di pundak beliau.

Dengan begitu saya bisa melihat permainan mereka

sampai saya puas melihatnya.”

(HR. MUSLIM)

BERLIAN KEENAM

Nabi Pilihan dan teladan manusia sepanjang jaman ini sangat menghormati pelayannya. Ia memperlakukan mereka dengan akhlaknya yang bagaikan kilauan berlian di tengah samudera kehidupan.

Anas menuturkan:

”Selama sepuluh tahun saya menjadi pelayan Rasulullah SAW,

tidak pernah sama sekali beliau mencela saya,

memukul, atau membentak saya.

Beliau tidak pernah bermuka masam pada saya.

Beliau juga tidak pernah mencaci maki saya

karena keterlambatan saya

dalam melaksanakan suruhannya.”

(HR. AHMAD)

BERLIAN KETUJUH

Akhlak beliau merupakan perwujudan Al Qur’an, kepribadiannya merupakan lautan berlian sepanjang jaman.

Abu Abdillah Al-jadali bertanya kepada Aisyah:

“Bagaimana akhlak Rasulullah SAW

menurut istri-istrinya?”

Aisyah menjawab:

“Beliau adalah manusia

yang paling baik budi pekertinya,

Tidak pernah berbuat keji,

kotor atau licik ketika di pasar.

Beliaupun tidak pernah membalas keburukan

atau aniaya orang lain dengan hal yang serupa,

karena beliau seorang pemaaf dan toleran.”

(HR. Bukhari)

BERLIAN KEDELAPAN

Beliau menjauhkan diri dari tiga hal: debat kusir, banyak bicara, dan segala sesuatu yang tidak bermanfaat. Selain itu, beliau juga menginginkan manusia menjauhi tiga hal yaitu: tidak mencela orang lain, tidak mengungkap aibnya serta tidak mencari-cari kesalahannya.

BERLIAN KESEMBILAN

Kecintaannya pada orang-orang papa seperti air bening mengalir sepanjang kesejukan pegunungan. Ia berjalan akrab dengan para janda serta para kaum fakir miskin. Adakalanya dengan penuh cinta beliau menjahitkan sandal buat orang-orang papa serta menjahitkan pakaian untuk para janda dhuafa.

BERLIAN KESEPULUH

Rasulullah SAW adalah orang banyak berzikir dan menghindari diri dari perkataan yang sia-sia. Banyak diam, mengawali dan mengakhiri perkataan dengan bahasa yang fasih sekali. Berbicara dengan bahasa yang singkat dan jelas tapi mempunyai makna yang sangat luas. Berbicara dengan perlahan dan tidak berlebihan.

BERLIAN KESEBELAS

Rasulullah adalah orang yang paling bersyukur kepada Allah. Walau beliau sudah mendapat jaminan Sorga dan mendapat ampunan atas segala dosanya. Beliau tetap taat melaksanakan ibadah hingga telapak kakinya pecah-pecah. Ketika Aisyah, Istri terkasih bertanya, mengapa tetap beribadah, padahal dosa-dosa beliau sudah diampuni Illahi Rabbi. Dengan indahnya Rasulullah menjawab:

“Wahai, Aisyah tercinta, bukankah seharusnya saya menjadi hamba yang selalu penuh syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa.”
Sources : http://fiksi.kompasiana.com/cermin/2011/10/07/berlian-berlian-kepribadian-nabi-muhammad-saw-401674.html

2 thoughts on “Contoh Akhlak Agung Nabi Muhammad SAW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s